Viral Babi Hutan Berperilaku Layak Manusia, Ini Kata Kankemenag Muratara

Penulis: P Radila

Berita viral terbaru: Kepala Kankemenag Muratara beri tanggapan mengenai babi hutan viral yang jinak dan berprilaku seperti manusia.

Padangkita.com – Babi hutan biasanya dikenal cukup ganas dan berbahaya bagi warga. Namun hal ini berbeda untuk babi hutan di Sumatera Selatan ini.

Pasalnya, babi hutan tersebut sangat jinak dan mengikuti seorang warga saat pulang ke rumah.

Baca juga: Dihujat Netizen Lataran Singgung Masa Lalu Betran Peto, Ini Tanggapan Andre Taulany

Babi hutan tersebut menjadi bahan perbincangan warganet setelah diunggah di media sosial. Tak hanya membuntuti warga, babi itu juga dikabarkan memiliki beberapa keanehan.

Mulai dari tak mau pergi dan mengeluarkan air mata saat diusir warga yang dibuntutinya.

Bahkan babi tersebut tidak mau tidur bila tak disediakan bantal dan selimut. Lantaran hal itu, kini babi itu diperlakukan seperti manusia. Hewan itu dipakaikan baju dan celana, serta diberi makan nasi dan minum susu.

Sontak saja, babi hutan tersebut langsung menjadi viral di media sosial. Bahkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) juga ikut memberikan tanggapan terkait babi hutan viral itu.

Kepala Kankemenag Muratara, Ikhsan Baijuri, berpendapat keanehan yang dimiliki oleh babi tersebut seperti dibuat-buat.

Ia beranggapan babi itu jinak mungkin lantaran sebelumnya pernah dipelihara oleh orang lain dan lepas, sehingga ia sudah merasa nyaman dengan manusia.

“Bisa jadi (babi) itu peliharaan orang lain dari kecil, lalu lepas, binatang yang dipelihara sejak kecil pasti jinak,” ungkap Ikhsan, seperti dilansir dari Tribunnews pada Senin (31/8/2020).

Baca juga: Selain Ruben Onsu Ini 6 Seleb yang Punya Anak Adopsi

Lebih lanjut, Ikhsan menjelaskan bahwa bagi umat Islam, babi termasuk hewan yang haram. Bahkan menyentuh hewan itu merupakan najis berat.

“Sangat ironis sekali saya lihat di media sosial babi itu dikasih baju, digendong-gendong, dipegang-pegang sama anak-anak. Bahkan kabarnya sekarang ingin dipuja, karena kemungkinan bisa menyembuhkan penjakit, itu bisa menyesatkan,” ujar Ikhsan.