Teknologi Canggih Bukan Jaminan!! Ini Lo Daftar Sasis Tronton yang Kurang Laku di Indonesia

Penulis: Isran Bastian

Jakarta, Padangkita.com – Sasis triple axle atau yang lebih dikenal dengan sasis bus tronton, adalah sebuah dengan 3 poros rodanya. Sasis tronton sangat cocok dibaluti dengan bus SHD ataupun bus tingkat, sebab ini merupakan jenis sasis yang menawarkan tingkat keamanan dan kenyamanan paling bagus dibandingkan dengan seri lainnya.

Salah satu sasis bus tronton. [Foto: Tangkapan layar YouTube/Taufik RS]

Namun tahukah kamu kalau dari semua merek sasis bus tronton yang tersebar di Indonesia, ada beberapa sasis yang nasibnya kurang bagus di pasar Indonesia, atau dalam kata lain kurang laku.

Lantas sasis bus tronton apa sajakah itu? Nah pada ulasan kali ini kita akan bahas inilah tiga jenis tronton ataupun triple axle yang kurang laku di Indonesia.

3. MAN R37

Sasis bus trontron MAN R37. Foto: Tangkapan layar YouTube/Taufik RS]

Di awal pembahasan kita ada bus MAN R37 yang bisa dibilang kurang laku di Indonesia.
Bus dengan sasis MAN R37 triple axle pertama diperkenalkan sekaligus digunakan oleh salah satu perusahaan otobus (PO) besar di Indonesia, yaitu PO Nusantara.

MAN sendiri merupakan sebuah perusahaan otomotif asal Jerman dan merupakan perusahaan induk dari MAN Group yang berdiri sejak tahun 1958 dan berkantor pusat di Munchen, Jerman.

MAN sendiri merupakan perusahaan produksi seperti truk bus mesin diesel maupun turbocharger. MAN yang bermarkas di Jerman ini mencoba bersaing di pasar bus Indonesia, dibuktikan dengan hadirnya beberapa unit size triple excel yang masuk ke pasar Indonesia, di bawah PT Duta Putra Sumatera atau DPS, sebagai agen tunggal pemegang merek MAN, baik itu di bus, maupun di truknya di Indonesia.

Salah satu sasis bus trontron MAN R37 yang ada di Indonesia. Foto: Tangkapan layar YouTube/Taufik RS]

Secara garis besar teknologi bus Eropa yang diusung oleh MAN R37 sudah banyak ditemui di Indonesia. Sasis ini menggunakan emisi euro 3 dengan kapasitas 12.419 cc, maksimal output yang dihasilkan yaitu sebanyak 460 horsepower.

Spesifikasi yang ditawarkan terbilang cukup bagus di kelasnya. Namun sayangnya R37 ini terbilang kurang laku di pasar Indonesia. Bahkan peredarannya pun bisa dihitung dengan menggunakan jari tangan saja.

Alasan yang sering dilontarkan oleh kru dan pengusaha bus di Indonesia, karena suku cadangnya terbilang masih kurang, jadi perawatannya lumayan susah bila dibandingkan dengan para kompetitornya dan sudah lama terjun ke Indonesia.

Untuk pelayanan penjualannya saat ini PT Duta putra Sumatera didukung dengan service centernya di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Balikpapan kemudian Samarinda, Medan, Pekanbaru, Semarang dan sampai ke Cilegon.

2. Golden Dragon XML 6145 D13

Bus dengan sasis bus trontron Golden Dragon XML 6145 D13. Foto: Tangkapan layar YouTube/Taufik RS]

Golden Dragon merupakan sebuah perusahaan asal Tiongkok China yang didirikan pada tahun 1992 untuk mengembangkan, memproduksi dan menjual bus dan mobil van kecil dengan merek Golden Dragon.

Perusahaan ini merupakan salah satu dari 10 produsen dan merek bus terbesar di Tiongkok. Bus buatannya telah diekspor ke hampir 40 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan bahkan sudah mulai masuk ke Eropa juga.

Bergandengan dengan mitranya di Indonesia, yaitu PT Indo Dongfeng selaku agen tunggal pemegang merek ataupun ATPM Golden Dragon Bus, diam-diam menghadirkan sasis triple axle. Sasis Golden Dragon bertipe XML 6145 D13 didatangkan ke Indonesia memiliki satu sumbu penggerak, dengan panjang tak lebih dari 13,5 meter, seperti sasis tronton merek lainnya.

Sasis tersebut termasuk gelombang pertama bus bersumbu 3 yang masuk ke pasar Indonesia, bila dibandingkan dengan para kompetitornya, sebut saja seperti Mercedes Benz, Scania maupun Volvo. Namun sayang banget nasibnya tidak sebagus para kompetitornya, mungkin karena tenaganya yang kalah dengan rekan-rekannya atau bagaimana, entahlah.

Pada sasis Golden Dragon ini pengarah roda belakang dilakukan oleh rangkaian lengan hidrolik dan saluran tekanan udara. Semuanya dikendalikan secara elektronik melalui rangkaian elektronik control unit atau ecu.

Pada model XML 6145 S13, mengusung mesin wichai, dengan 6 silinder berkapasitas 9.210 cc, dengan tenaga maksimum 375 horsepower, pada 1460 nm. Uniknya, mesin ini bisa menghasilkan 3 tenaga  berbeda. Dengan hanya menekan tombol maka anda bisa mengatur tenaganya yang dibutuhkan. Apakah mau yang 375 horsepower atau 335 horsepower maupun 290 horsepower.

Dengan pilihan tenaga yang bisa diatur saya disini cocok banget di segala Medan yang ada di Indonesia. Namun melihat faktanya di lapangan, sasis Golden Dragon XLM 6145D13 ini masuk ke daftar sasis tronton yang kurang laku di Indonesia. Adapun perusahaan otobus yang menggunakan sasis ini di Indonesia untuk sekarang ini yaitu PO Candra saja.

Terpopuler

No Content Available

Add New Playlist