Ini Penyebab Suku Asli Buton, Sulawesi Tenggara Miliki Mata Biru Cerah

Penulis: Putri

Berita viral terbaru: Mayoritas penduduk Suku Buton miliki mata biru langka karena sindrom Sindrom Waardenburg.

Padangkita.com – Suku Buton merupakan salah satu suku di Indonesia yang menempati wilayah di Sulawesi Tenggara.

Belum lama ini potret mengenai suku tersebut sukses menarik perhatian publik. Hal itu lantaran, mayoritas penduduk di sana memiliki mata berwarna biru.

Baca Juga

Seperti diketahui di Indoneisa sendiri biasanya penduduknya memiliki mata hitam atau coklat gelap. Mata biru sangat jarang dijumpai, biasanya mereka yang memiliki mata tersebut merupakan blasteran dengan bangsa eropa.

Namun hal itu justru dnegan mudah ditemukan di suku asli Indonesia ini. Mereka memiliki mata mata biru langka karena Sindrom Waardenburg. Biasanya sindrom tersebut dialami 1 dari 42.000 orang.

Para penderita sindrom ini juga mengalami masalah pada pendengarannya. Selain itu, defisiensi pigmentasi yang menjadikan mata biru cerah, namun bisa pula hanya sebelauh mata saja yang berwarna biru semetara mata lainnya berwarna hitam atau coklat.

Biasanya sindrom disebabkan oleh mutasi dari beberapa gen. Mutasi tersebut bisa mempengaruhi sel-sel kista saat masih tahap perkembangan embrio.

Alhasil, seseorang yang terlahir dengan mutasi tersebut akan memiliki mata biru di salah satu atau kedua bola matanya.

Potret penduduk Suku Buton yang memiliki warna bola mata biru itu diambil oleh Ahli Geologi dan Fotografer amatir Korchnoi Pasaribu.

Kala itu ia tengah mengunjungi wilayah di Sulawesi Tenggara yang ditinggali oleh suku tersebut.

Baca juga: Sophia Latjuba Ngepel pakai Celana Pendek dan Sport Bra, Netizen Histeris 

Pulau Buton terletak di pulau Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kepulauan Buton. Penduduk di suku tersebut sebagian besar menderita sindrom waardenburg. Mereka memiliki bola mata berwarna biru cerah pada satu atau kedua matanya.

Korchnoi Pasaribu sendiri mengunjungi Pulau Buton beberapa waktu alu.

Terpopuler

Add New Playlist