Fakta Mengenai Gereja yang Katanya Terbuat Dari Tulang dan Tengkorak Kaum Muslimin

Berita viral terbaru: Gereja ini dibangun menggunakan tulang dan tengkorak umat muslim. Begini fakta yang sebenarnya.

Padangkita.com– Rumah ibadah merupakan salah satu tempat yang dianggap suci oleh mereka yang menganut sebuah agama tersebut.

Biasanya rumah ibadah ini ini dibangun dengan bentuk yang indah agar menarik perhatian pengunjung untuk beribadah.

Baca juga: Janda Ini Geluti Profesi Sebagai Sopir Truk Demi Besarkan 8 Orang Anak

Akan tetapi bagaimana jadinya jika sebuah rumah ibadah justru terbuat dari tulang belulang manusia. Hal inilah yang akan kamu temui jika mengunjungi sebuah gereja bernama Gereja Capela dos Ossos di kota Evora Portugis.

Melansir dari Viva.co.id, sebelumnya pernah disebutkan oleh akun Facebook Puhai ACEH jika gereja tersebut dibangun atas tulang manusia tepatnya tulang-belulang umat Islam. Saat itu sang pemilik akun mengunggah dua buah foto.

Dalam narasinya sang penulis menuliskan jika sebagai umat muslim wajib mengetahui sejarah biadab daripada masyarakat nonmuslim tersebut.

Gereja itu disebutnya dibangun dari tulang-tulang umat Islam yang menolak untuk dikristenkan di Andalusia, yang terletak di Portugal.

Lanjutnya jika gereja tersebut dibangun sepenuhnya oleh seorang biarawan fransiskan dari tulang belulang kaum muslimin yang terbunuh dan dikuburkan di kuburan massal di dekat gereja tersebut.

Tempat ini dijadikan sebagai salah wisata yang terbuka untuk pengunjung.

Gereja ini sendiri mengoleksi sekitar 5 ribu kerangka manusia non muslim Moor yang menolak untuk memeluk agama Kristen.

Baca juga: Viral, Janda Cantik Beranak Satu Cari Jodoh, Ini Syaratnya

Serta terdapat dua mayat kering yang digantung di dinding dengan rantai di dalam gereja. Tambahnya jika salah satu mayat tersebut merupakan seorang muslim yang dicekik lalu dikeringkan hingga disimpan di dalam gereja.

Pengunggah juga menuliskan sebuah ayat Alquran yakninya QS. Al-Baqarah ayat 120 yang seolah memberi peringatan kepada orang Yahudi dan Nasrani. Dirinya juga bahkan meminta agar siapapun yang melihat postingan itu untuk mengecek faktanya di Google.