Beri Makan Kucing dan Anjing Liar di Dubai, Siap-siap Kena Denda 2 Juta Rupiah

Berita viral terbaru: Demi menjaga keselamatan masyarakat pemerintah Dubai melarang memberikan makanan kepada kucing ataupun anjing liar.

Padangkita.com- Jika melihat adanya kucing di jalanan mungkin kita akan merasa iba dan tergerak untuk memberinya makan atau membawanya pulang dijadikan peliharaan.

Namun Namun ternyata hal di  tersebut tidak boleh kita lakukan jika kita sedang berada di Dubai.

Baca juga: Ini Kota Paling Berbahaya di Dunia, Hanya Sejengkal dari Indonesia

Melansir dari gulfnews.com, pemerintah kota Dubai sudah memberikan pernyataan kepada penduduknya untuk berhenti memberi makan kucing ataupun anjing liar. Siapapun yang melanggar aturan ini akan diberikan denda sebesar Dh200 (sekitar Rp 800 ribu).

Sebenarnya aturan tersebut diberlakukan demi menjamin keselamatan dari pada masyarakat itu sendiri. Hal ini juga bukan untuk membatasi bagi mereka yang mencintai ataupun merasa kasihan terhadap hewan malam itu.

Karena kebanyakan kucing liar apapun anjing liar yang ditemui di jalanan tidak terurus dan juga tidak diberi vaksinasi sehingga kemungkinan besar jika memiliki suatu penyakit dapat menularkannya kepada manusia yang berkontak langsung dengan nya.

Hal ini disampaikan oleh Hashim Al Awadhi, Kepala Bagian Pelayanan Hewan di Kota Dubai. akan tetapi hal ini biasanya dianggap sepele oleh masyarakat dan cenderung melalaikan ancaman yang ditimbulkan oleh keberadaan hewan tersebut.

Peraturan ini diberlakukan untuk semua lapisan kalangan masyarakat di Dubai tidak terkecuali bagi mereka yang tinggal di kawasan elit.

Akan tetapi peraturan denda yang diberikan kepada kalangan elit tersebut lebih besar dibandingkan masyarakat umum yakni sekitar Dh500 (Rp2 juta) dan dapat dirujuk ke pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut.

Untuk mencegah munculnya sebaran penyakit dari hewan liar pemerintah Dubai telah menerapkan berbagai program bagi hewan.

Baca juga: Malu, Mau Nyawer Biduan di Panggung, Duit Pria Ini Malah Dirampas Sang Istri

Program tersebut bertujuan untuk memeriksa jumlah kucing liar dan hewan lain di bawah program yang komprehensif yang akan mengontrol perkembang biakkan kucing liar dengan melakukan sterilisasi.

Kucing yang sudah dikebiri atau disterilkan kemudian akan dilepaskan ke area tempat mereka dikumpulkan. Dikatakan jika program ini telah mendapat persetujuan dari World Society for the Protection Of Animals atau Masyarakat Dunia untuk Perlindungan Hewan