Pasar Senggol, Pasar Kuliner Paling Unik di Sumatra Barat

Penulis: Isran Bastian

Pulau Punjung, Padangkita.com – Kabupaten Dharmasraya salah satu daerah yang masyarakatnya cukup majemuk di Provinsi Sumatra (Sumbar). Terkenal sebagai daerah transmigrasi, di sini ada banyak etnis yang tinggal berdampingan, yang didominasi suku Minang dan Jawa.

Kemajemukan etnis masyarakat di sini juga mengikut dengan keanekaragaman jenis makanan yang ada dan dijual di daerah ini.

Salah satunya seperti beragam jenis kuliner yang dijual di Pasar Senggol, pasar tradisional yang berada di kawasan pemukiman transmigran di daerah Sitiung Blok B.

Pasar Senggol buka setiap hari, mulai dari jam 6 pagi hingga malam. Pasar tradisional ini selalu ramai dikunjungi warga, karena pedagang berjualan bermacam kebutuhan harian.

Pasar Senggol cukup unik sekali. Selain menjual berbagai kebutuhan harian, di pasar ini juga dijual berbagai kuliner, baik yang khas Sumbar ataupun kuliner yang berasal dari para transmigran yang tinggal di daerah itu.

Seperti pengalaman berburu kuliner yang dibagikan akun YouTube, Herlina Basri. Dalam videonya, Herlina menampilkan berbagai kuliner tradisional yang dapat dijumpai di pasar ini.

Kuliner khas Sumbar yang dapat kamu jumpai di antaranya ada lamang bareh dari daerah Koto Baru, dengan harga Rp5 ribu untuk 2 potong. Ada juga lamang baluo, lapek bugih, lamang tapai. Selain itu ada juga sate padang.

Untuk kuliner tradisional asal Jawa, ada nasi tiwul yang berisikan nasi, ikan asin, mie, tahu bacem dan telur, ditambah kuah kacang.

“Rasanya unik ya, enak juga,” tutur Herlina Basri sembari menyantap makanan tersebut, dilihat Padangkita.com, Jumat (19/8/2022).

Herlina memuji rasa nasi tiwul yang menurutnya cukup pas di lidah orang Padang karena rasanya yang lumayan pedas.

Puas dengan nasi tiwul, YouTuber dengan pengikut 145 ribu ini melanjutkan perburuan kulinernya dengan membeli sepiring sate padang.

Diketahui, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska juga memuji keragaman jajanan kuliner yang ada di Pasar Senggol.

Menurut bupati, pasar ini boleh dikatakan sebagai pusatnya jajanan dan panganan tradisional di Dharmasraya. Beragam kuliner dari berbagai daerah tersedia di sana, seperti kuliner Minang, Jawa dan Sunda.

Baca Juga: Mencicipi Ampera Legendaris di Solok, Rasa Masakan Olahan Daging Khas Minang-nya Ondeh Mande!!

“Pasar senggol ini adalah salah satu gambaran keberagaman di Dharmasraya,” ujar bupati pada salah satu kesempatan. [isr]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist