Katupek Pitalah yang Legendaris: Ternyata Berasal dari Daerah Ini, Sejarah dan Cara Memasaknya

Penulis: Isran Bastian

Padang, Padangkita.com – Bicara kuliner dan jajanan legendaris khas Minang (Sumatra Barat), saat ini memang  agak sulit dijumpai di daerah perkotaan. Jika kamu sangat ingin menikmati dua menu ini, salah satu solusinya adalah melakukan perburuan di daerah pedesaan.

Bagaimana? kamu mau mencoba. Simak tulisan Padangkita.com berikut ini.

Pasar Pitalah yang berada di Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, merupakan salah satu pasar tradisional yang masih eksis menjual jajanan dan kuliner legendaris khas Minang hingga kini.

Untuk diketahui, Kabupaten Tanah Datar sendiri disebut juga dengan sebutan Luhak Nan Tuo, yang merupakan salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang menjadi favorit bagi wisatawan, karena adatnya yang masih sangat kental.

Dari pusat Ibu Kota Provinsi Sumatra Barat, Kota Padang, Pasar Pitalah dapat kamu tempuh selama 2 jam 35 mnt (87,2 km) lewat Jalan Lintas Barat Sumatera, Jalan Padang-Bukittinggi.

Pasar ini buka tiap hari Minggu. Di sini menjual berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sayur-mayur hingga lauk-pauk dan tidak ketinggalan juga menjual aneka kuliner dan jajanan legendaris khas Minang.

Salah satu yang paling terkenal adalah menu katupek pitalah, yang tentunya sudah terdengar familiar dan banyak kamu jumpai di banyak kota di Indonesia.

Penampakan gulai katupek pitalah salah satu jajanan khas Minang. [Foto: Dok. YouTube/Herlina Basri]
Katupek pitalah merupakan masakan gulai, perpaduan ketupat, nangka yang dicampur daging sapi dengan rempah-rempah khusus dan cabai pedas yang menggugah selera.

“Katupek pitalah ini merupakan menu sarapan pagi paling populer di Sumatra Barat yang berasal dari Nagari Pitalah dan Nagari Bungo Tanjuang, Kabupaten Tanah Datar,” ungkap salah satu wisatawan, Herlina Basri dalam salah satu unggahan video di akun YouTube miliknya, dilihat Padangkita.com, Senin (22/8/2022).

Menurut sejarahnya, menu katupek pitalah yang terkenal dan ada di berbagai kabupaten/kota di Sumatra Barat hingga ke luar provinsi, awalnya dibawa oleh para pedagang yang berasal dari dua nagari tersebut.

“Yang paling istimewa dari rasa katupek pitalah ini selain ketupatnya adalah rasa dari kuahnya yang penuh bumbu dan pedas, dimasak dengan sayuran dan santan yang kental,” beber Herlina Basri.

Sejumlah pembeli tengah menikmati gulai katupek pitalah di Pasar Pitalah yang berada di Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar. [Foto: Dok. YouTube/Herlina Basri]
Para pedagang yang diwawancarai pada kesempatan tersebut mengungkapkan, untuk membuat kuah gulai katupek pitalah yang enak dan otentik, mesti diracik dengan bumbu pilihan agar menghasilkan kuah yang kental.

Baca Juga: Meski Menunya Sederhana, Rumah Makan Sejak Zaman Jepang Ini Malah Paling ‘Diburu’ di Kota Padang

Cara memasaknya pun membutuhkan waktu cukup lama, bahkan hingga semalaman dengan api berukuran kecil, atau lebih bagus dengan bara api. [isr]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist