Meski Menunya Sederhana, Rumah Makan Sejak Zaman Jepang Ini Malah Paling ‘Diburu’ di Kota Padang

Penulis: Isran Bastian

Padang, Padangkita.com – Menu masakan yang sederhana ternyata malah yang paling ‘diburu’ dan digilai para penikmat kuliner tradisional jika berkunjung ke daerah Sumatra Barat (Sumbar).

Para pengunjung yang kebanyakan para wisatawan ternyata sangat menyukai menu yang satu ini. Fakta tersebut seperti yang terungkap di salah satu rumah makan (RM) di Kota Padang, dalam salah satu unggahan video YouTube di akun Herlina Basri.

Berlokasi di pinggir Pantai di Kawasan Parupuk Tabing, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja Nomor 2, Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, bisa ditelusuri di Google Maps dengan kata kunci ‘Gulai Pukek Pantai Petenggangan’, RM ini selalu ramai disesaki pengunjung.

RM yang menyajikan beragam menu masakan khas pesisir Minangkabau dan masih diracik dengan cara tradisional, dimasak dengan kayu api.

Kebanyakan menu yang ada di RM ini adalah berbagai makanan olahan ikan laut atau ikan pukek yang baru saja ditangkap nelayan.

Ondeh mande. Ini ikannya segar ya, baru turun dari pukek langsung dimasak,” beber Herlina Basri menyaksikan langsung proses memasak gulai ikan pukek lado mudo di dapur RM tersebut, dilihat Padangkita.com, Senin (22/8/2022).

Herlina pada kesempatan itu merasakan langsung aroma nikmat dari gulai ikan pukek yang menurutnya sangat menggugah selera.

Menu gulai ikan pukek yang ada di rumah makan di Kawasan Parupuk Tabing Kota Padang. [Foto: Dok. YouTube/Herlina Basri]
Terang dia, gulai ikan pukek paling enak disantap dengan nasi hangat dan juga samba lado buruak-buruak (masakan rumahan) yang berisikan aneka Ikan asin, kentang, terong dan jengkol.

Beragam menu sederhana yang ada di rumah makan di Kawasan Parupuk Tabing Kota Padang. [Foto: Dok. YouTube/Herlina Basri]
Soal harga, masakan di sini terbilang murah dan ramah di kantong. Herlina yang memesan 2 porsi gulai ikan pukek, 1 porsi sambalado buruak-buruak, 1 porsi karupuak jariang, 1 porsi sala lauak, nasi plus tambuh untuk 2 orang, 1 es kelapa dan 1 gelas es jeruk, hanya membayar Rp72 ribu saja. Murah bukan!

Sementara itu, sang pemilik RM mengungkapkan kalau usaha tersebut merupakan warisan turun temurun dari orang tuanya terdahulu, yang sudah ada sejak zaman Jepang atau kisaran tahun 1942.

“Rumah makan ini sudah dari orang tua dahulu. Sejak zaman Jepang dulu,” beber seorang pria tua, yang merupakan pemilik rumah makan tanpa nama tersebut.

Sang istri dari pemilik RM tersebut menambahkan, kalau usahanya tersebut telah diwariskan turun-temurun hingga saat ini.

“Sekarang memang ramai oleh wisatawan, kalau dulu itu hanya orang ke laut saja yang banyak datang,” ujar dia.

Penampakan menu sederhana karupuak jariang. [Foto: Dok. YouTube/Herlina Basri]
Karena rasanya yang memang khas menyajikan masakan gulai ikan pesisir, para langganan RM ini bahkan banyak berasal dari luar daerah, di antaranya dari Jakarta.

“Biasanya mereka nelon mau naik pesawat, begitu mendarat langsung ke sini,” beber dia.

Tak hanya makan di tempat, para pembeli yang berasal dari luar daerah juga kerap membungkus masakannya untuk dibawa ke luar kota.

Baca Juga: Mencicipi Ampera Legendaris di Solok, Rasa Masakan Olahan Daging Khas Minang-nya Ondeh Mande!!

“Gulai ini juga banyak yang dibawa ke Jakarta. Kalau naik pesawat gulainya ngk basi ya,” jelas dia. [isr]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist