Dua Hari Banjir di Limapuluh Kota, Jembatan Putus, 160 Rumah dan Ratusan Hektare Lahan Pertanian Terendam

Berita Limapuluh Kota dan berita Sumbar terbaru: Banjir dan Longsor Terjang Enam Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota mengakibatkan sedikitnya 160 rumah terendam dan satu jembatan putus.

Sarilamak, Padangkita.com – Banjir yang melanda enam nagari di Limapuluh Kota, Jumat (4/9/2020) hingga Sabtu (5/9/2020), telah mengakibatkan sedikitnya 160 rumah terendam dan satu jembatan putus. Banjir juga merendam ratusan hektare sawah dan sempat menggenangi badan jalan Sumbar-Riau.

Kalaksa BPBD Limapuluh Kota Joni Amir mengatakan, 160 rumah yang terendam banjir dihuni oleh 165 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 8 jorong di 6 nagari.

Yakni, Jorong Purwajaya dan Jorong Aia Putiah, Nagari Sarilamak. Kemudian, Jorong Tarantang dan Jorong Lubuak Limpato, Nagari Tarantang. Selanjutnya, Jorong Subarang, Nagari Taram. Serta, Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang dan Jorong Padang Balimbiang, Nagari Bukik Sikumpa.

“Di Jorong Purwajaya, ada 60 rumah yang sempat terendam air. Ke-60 rumah itu dihuni 65 KK dengan 202 jiwa, termasuk 13 balita dan 5 lansia. Sedangkan di Jorong Aia Putiah, ada 18 rumah yang terendam air. Ke-18 rumah itu dihuni 16 KK dengan 61 jiwa,” kata Joni Amir didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Rahmadinol, Sabtu (5/9/2020) malam.

Banjir di Jorong Purwajaya dan Jorong Aia Putiah, juga sempat menggenangi jalan negara Sumbar-Riau di KM 17.200. Bersamaan dengan banjir itu, terjadi longsor di Jorong Aia Putih yang menimbun Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang Enam Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota

Sementara di Jorong Tarantang, banjir menggenangi 30 rumah yang dihuni 30 KK dengan 103 jiwa, termasuk 7 Balita dan 8 Lansia. “Selain itu, banjir di Jorong Tarantang juga merendam 800 hektare sawah dan 45 petak kolam ikan,” kata Joni Amir.

Sedangkan di Jorong Lubuak Limpato, banjir menggenani 1 rumah warga yang dihuni oleh 2 jiwa. Kemudian, banjir juga merendam areal pertanian dan kolam ikan penduduk.

Di Nagari Taram, banjir merendam sekitar 20 unit rumah penduduk dan areal pertanian. Banjir di Taram ini juga membuat akses lalu-lintas dari Taram ke Payobasuang Payakumbuh dan dari Taram ke Nagari Andaleh menjadi tersendat, karena jalan ikut terendam air Batang Sinama yang meluap.

“Adapun di Jorong Kubang Rasau dan Jorong Padang Balimbiang yang memang sudah langganan banjir setiap musim hujan, tercatat ada 31 rumah penduduk yang terendam air. Banjir di Jorong Kubang Rasau yang berada di tengah Batang Sinama, juga mengakibatkan jalur transpotasi terhambat karena tidak dapat dilalui kendaraan,” ujar Joni Amir.

Sementara, satu jembatan yang putus akibat banjir di Limapuluh Kota adalah jembatan Beringin di Nagari Durian Gadang, Kecamatan Akabiluru. Jembatan ini putus akibat meluapnya arus sungai.

BPBD Limapuluh Kota sudah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke seluruh jorong atau nagari yang terdampak banjir dan longsor tersebut. “Kita juga sudah mendirikan dua tenda pengungsian, di Taram dan Kubangrasau, karena ada potensi, air masih naik,” kata Joni Amir. [gse/pkt]


Baca berita Limapuluh Kota terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com