Banjir dan Longsor Terjang Enam Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota

Berita Limapuluh Kota dan berita Sumbar terbaru: Banjir dan Longsor Terjang Enam Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota

Sarilamak, Padangkita.com – Sedikitnya enam nagari di Kabupaten Limapuluh Kota diterjang banjir dan longsor pada rentang waktu Jumat malam (4/9/2020) hingga Sabtu malam (5/9/2020). Banjir dan longsor ini merendam dan merusak lahan pertanian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Joni Amir didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Rahmadinol, mengatakan, enam nagari yang wilayahnya dilanda banjir dan longsor itu adalah Nagari Balai Panjang dan Nagari Bukik Sikumpa di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Kemudian, Nagari Taram, Nagari Sarilamak, dan Nagari Tarantang di Kecamatan Harau. Serta Nagari Durian Gadang di Kecamatan Akabiluru.

“Banjir dan longsor yang terjadi pada enam nagari ini, disebabkan karena tingginya intensitas hujan. Sehingga membuat dua sungai yang ada pada keenam nagari tersebut, yakni Batang Sinama dan Batang Harau, menjadi meluap dan menggenangi permukiman penduduk, serta kawasan pertanian,” kata Joni Amir dan Rahmadinol di Posko BPBD Limapuluh Kota, Sabtu malam (5/9/2020).

Di sisi lain, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menginstruksikan kepada BPBD, untuk segera memastikan kondisi masyarakat yang rumahnya terendam air. Pastikan juga kondisi debit air Batang Harau dan Batang Sinama.

“Apabila, debit air masih tinggi dan intensitas hujan masih berpotensi tinggi, maka pastikan masyarakat kita betul-betul aman. Dirikan juga tenda atau posko untuk antisipasi, bila nanti warga mengungsi,” kata Irfendi Arbi.

Baca Juga: Banjir Terjang Payakumbuh Dini Hari Tadi, Ini Rincian Kerusakan yang Ditimbulkan

Dia juga meminta seluruh Kepala OPD, Camat, dan Wali Nagari, untuk selalu memantau di wilayah masing-masing. Kemudian dapat melakukan tindakan-tindakan awal apabila terjadi bencana banjir dan longsor. “Diharapkan juga kepada tokoh masyarakat, ninik mamak, dan seluruh lapisan masyarakat, untuk selalu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Irfendi.

Terkait hal ini, Joni Amir dan Rahmadinol menyebut, sudah mendirikan dua posko atau tenda untuk antisipasi bila terjadi pengungsian. Kedua posko itu didirikan BPBD di Nagari Taram, Kecamatan Harau dan di Jorong Kubang Rasau.

Jika kondisi bencana masih terjadi pada 6 nagari ini atau nagari lainnya di Limapuluh Kota, BPBD mengimbau masyarakat agar dapat menghubungi Pusdalops PB BPBD Limapuluh Kota atau Piket Pos Siaga Bencana BPBD yang berlokasi di Jalan Sudirman Nomor 1 Payakumbuh, dengan telepon/faks (0752) 90695. Atau kontak person Kalaksa BPBD Limapuluh Kota dengan nomor handphone 081385775775 atau Kabid Kedarutan dan Logistik di nomor handphone 081267295200. [gse/pkt]


Baca berita Limapuluh Kota terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com