Diperkosa Sepupu Hingga Hamil, Usai Melahirkan Gadis Ini Malah “Digarap” Mertua

Penulis: Putri

Berita viral terbaru: Anak berusia 13 tahun asal Denpasar, Bali diperkosa sepupunya hingga hamil dan usai melahirkan diperkosa mertuanya.

Padangkita.com – Kasus pemerkosaan anak di bawah umur merupakan tindak kejahatan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat.

Baru-baru ini saja, gadis berusia 13 tahun asal Denpasar Selatan dilaporkan diperkosa oleh sepupunya pada tahun 2019 lalu.

Baca Juga

Atas perbuatan keji tersebut, bocah itu hamil dan melahirkan pada awal tahun 2020. Nasib malang boccah itu nyatanya tak berhenti di sana, usai melahirkan ia kembali diperkosa oleh mertuanya sendiri.

Peristiwa itu terbongkar setelah korban memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Denpasar Selatan.  Gelagat bocah 13 tahun itu membuat petugas kesehatan di sana curiga.

Usai mengetahui hal yang menimpa bacah malang itu, petugas kesehatan lalu berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar.

Berdasarkan pengakuan korban, dirinya mengalami kekerasan secara berulang. Hal tersebut membuat bocah itu mengalami trauma.

“Baru-baru ini kami sudah komunikasi dengan dia (mawar), dan benar ternyata dia diperkosa oleh sepupunya sampai hamil, lalu setelah anaknya lahir, kemudian diperkosa oleh mertuanya sendiri,” ungkap Pendamping Hukum di P2TP2A Kota Denpasar, Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih, Jumat (26/6/2020) seperti dilansir dari Tribun Bali.

Lebih lanjut, Marhaeni mengatakan, korban sudah datang ke kantor P2TP2A ditemani orangtuanya. Saat itu orang tua korban bercerita jika anaknya diperkosa sepupunya hingga hamil.

Namun ia tidak melapor ke polisi karena merasa pelaku sudah bertanggungjawab dengan menikahi anaknya. Pernikahan tersebut digelar tanpa upacara resmi lantaran putrinya masih di bawah umur.

Baca juga: Haru, Bayi Perempuan di India Terlahir Tanpa Kedua Tangan dan Kaki

“Jadi dia sudah dinikahi, disetubuhi oleh sepupunya, akhirnya sampai hamil, sudah hamil dinikahi, karena masih anak-anak itu tanpa upacara resmi.”

“Kawin anak-anak itu kan harus ada penetapan pengadilan, dia tidak lakukan itu. Jadi hanya sekadar kawin saja,” ungkap Marhaeni.

Terpopuler

Add New Playlist