Deretan Ritual Aneh dan Ekstrem yang Dipercaya Para Penganutnya

Penulis: P Radila

Berita viral terbaru: Berikut ini adalah deretan ritual tak lazim dan ekstrem dari sejumlah daerah yang ada

Padangkita.com – Setiap daerah memiliki ritual dan kepercayaan yang berbeda-beda. Hal itulah yang terkadang menjadi ciri khas tempat tersebut. Beda daerah tentunya beda adat dan budayanya.

Ada ragam kepercayaan dalam ritual tersebut. Ada maksud dan tujuan tertentu, mulai dari meminta perlindungan, kesehatan hingga kesejahteraan warga.

Masih banyak daerah yang masih menyelenggarakan ritual yang tidak lazim dan ekstrem tersebut meskipun zaman telah modern seperti saat ini. Ada keyakinan yang tak luntur meski zaman dan peradaban terus berkembang.

Dilansir dari dari beberepa sumber, berikut deretan ritual tak lazin dan ekstrem yang dipercaya oleh penganutnya.

Potong Jari Saat Berduka

Ritual Ekstrem

Ritual potong jari ini dijalankan oleh Suku Dani di Lembah Baliem, Papua Barat sejak berpuluh-puluh tahun lamanya.

Budaya ekstrem ini berlaku jika ada sanak saudara atau kerabat dekat yang meninggal dunia. Ritual ini merupakan tanda bahwa mereka sedang berduka.

kegiatan ini juga sebagai bentuk simbol bentuk rasa cinta dan sayang kepada orang yang meninggal.

Semakin banyak keluarga yang meninggal, maka semakin banyak pula jari tangan yang dikorbankan atau dipotong.

Kabarnya, ritual ini masih berlaku dan berlangsung namun tidak seperti dulu lagi.

Mengawetkan Diri Sendiri Ketika Meninggal

Ritual Ekstrem

Negara Jepang terdapat sebuah ritual Budha aliran Shingon yang tak lazim namanya Ritual Sokushinbutsu.

Yang melakukan ritual Ritual Sokushinbutsu adalah para biksu. Mereka melakukan sederet penjagaan dalam mengatur pola makan dengan hanya memakan biji-bijian, kulit kayu, akar pohon, dan tanaman.

Ritual tersebut para biksu lakukan sambil bermeditasi dan bertahan hidup. Mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyiapkan batin dalam menyambut meditasi nyujo.

Selain meditasi ekstrem, ketika melakukan nyujo, para biksu juga mengonsumsi teh yang bercampur kulit kayu Toxicodendron Verniculum.

Orang yang mengkonsumsi kulit kayu tersebut akan meninggal secara perlahan lantaran pohon itu mengandung racun. Zat pada pohon itu juga mengandung senyawa yang bisa mematikan bakteri pengurai tubuh.

Secara ilmiah, dengan melakukan pola makan tersebut, maka akan membuat cadangan lemak, nutrisi, dan air pada tubuh menyusut.

Hal itu mencegah perkembangbiakan parasit berupa bateri yang dapat menguraikan tubuh ketika sudah meninggal.

Sementara, bagi para biksu yang meninggal akan awet secara alami. Dan hal itu sungguh hal yang sangat aneh dan luar biasa.

Menyiksa Badan Sendiri

Ritual Ekstrem

Terdapat ritual ekstrem di kawasan Timur Tengah. Pasalnya, para penganut ritual itu akan menyakiti badan mereka sendiri menggunakan senjata tajam.

Ritual itu bernama Tathbir atau melukai badan sendiri yang merupakan ritual penganut Syiah khususnya Negara Iran.

Ritual ini berlangsung Hari Asyura. Ada pun ritual ekstrem tersebut adalah mencambuk tubuh atau bagian badan menggunakan rantai besi atau pedang berantai.

Rantai besi atau cambuk tersebut meeka pukul-pukulkan ke bagian tubuh khususnya punggung.

Tradisi ini berlangsung dalam acara berkabung yang menjadi pertanda masuknya bulan Muharram atau tahun baru untuk umat Islam.

Mengukir Kulit dengan Benda Panas

Ritual aneh dan ekstrem ini umumnya berada pada suku-suku bagian pedalaman Papua Nugini. Riyaul aneh ini merupakan budaya yang terjadi secara turun menurun.

Meski ritual itu mirip seperti proses membuat tato, namun terdapat hal yang berbeda.

Pasalnya, membuat ukiran pada kulit dengan motif timbul dengan cara menggores benda tajam yang panas (membara) sedemikian rupa agar memiliki pola tersendiri.

Secara kasat mata, ukiran pada gambar tersebut mirip dengan kulit seekor buaya. Ritaul tersebut merupakan simbol kedewasaan seseorang pada suku tersebut. [*/Prt]


Baca berita viral terbaru hanya di Padangkita.com