OJK Klaim StockLab Paling Efektif Kenalkan Saham

Peserta kompetisi StockLab di Universitas Dharma Andalas, Padang (Foto: Dok Padangkita.com)

Padangkita.com – Permainan kartu StockLab dinilai paling efektif mengenalkan pasar modal kepada generasi muda, karena istilah-istilah ekonomi dan saham diaplikasikan dalam bentuk permainan.

Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gonthor R Aziz menyebutkan sejak dibuat beberapa tahun lalu, StockLab merupakan sarana paling muda mengenalkan saham kepada anak muda.

StockLab ini paling efektif, karena diaplikasikan dalam bentuk permainan, sehingga istilah-istilah ekonomi yang rumit mudah dipahami,” katanya, usai membuka kompetisi nasional Games Investasi Pasar Modal di kampus Universitas Dharma Andalas, Minggu (7/5/2017).

Gonthor meyakini dengan penerapan permainan untuk mengenalkan investasi saham, akan mendorong animo generasi muda terutama mahasiswa untuk ambil bagian menjadi investor pasar modal.

Dia mengatakan saat ini, kegiatan kompetisi StockLab itu sudah digelar di 12 kota di tanah air, dan akan terus bertambah di kota-kota lainnya.

Pemenang di setiap kota, akan diundang untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional di Bursa Efek Indonesia pada akhir tahun ini.

StockLab adalah permainan mirip kartu gaple yang digunakan sebagai demo investasi saham dalam bentuk permainan kartu. Games ini diciptakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pengelola pasar modal dan OJK.

Sementara itu, Kepala BEI cabang Padang Reza Shadat Sahmeini mengatakan transaksi saham melalui sembilan anggota bursa (AB) di Sumatra Barat sepanjang tahun lalu mengalami pertumbuhan 110,65 persen atau mencapai Rp2,24 triliun.

Pencapaian rata-rata transaksi tersebut jauh meningkat dari tahun 2015 yang hanya Rp1,06 triliun.

Secara bulanan transaksi saham di daerah itu mencapai rata-rata Rp186 miliar, jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp88 miliar.

“Tahun ini kami targetkan bisa naik 100 persen, karena potensinya di Sumbar masih sangat besar,” ujarnya.

Selain mematok pertumbuhan transaksi naik 100 persen, dia juga menargetkan pertambahan jumlah investor meningkat menjadi 10.000 orang dari tahun lalu yang hanya 7.989 investor saham.

Total untuk transaksi investor saham dengan KTP asal Sumatra Barat sepanjang tahun lalu justru turun 9,41 persen dari Rp12,96 triliun pada 2015 menjadi hanya Rp11,74 triliun.

Baca juga:
Transmart Padang Dibuka Hari Ini

Meski begitu, volume transaksi meningkat menjadi 21,24 miliar lembar dari tahun sebelumnya yang hanya 21,15 miliar lembar saham. Begitu juga dengan frekuensi transaksi naik menjadi 1,81 juta kali dari tahun 2015 yang hanya 709 ribu kali.