Update Zonasi Covid-19 Sumbar: Tinggal 4 Daerah yang Masuk Zona Oranye, Selebihnya di Zona Kuning

Penulis: Redaksi

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Satgas merilis zonasi risiko penyebaran Covid-19 untuk minggu ke-49 atau periode 14 Februari 2021-20 Februari 2021. Tinggal 4 Daerah yang Masuk Zona Oranye, Selebihnya di Zona Kuning

Padang, Padangkita.com– Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar) kembali merilis zonasi risiko penyebaran Covid-19 untuk minggu ke-49 atau periode 14 Februari 2021-20 Februari 2021.

Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-48 pandemi Covid-19 di Sumbar, 19 daerah kabupaten/kota hanya terbagi pada dua zonasi yakni, zona oranye (risiko sedang) dan zona kuning (risiko rendah). Tidak ada yang masuk zona merah (risiko tinggi), dan tidak ada yang masuk zona hijau (risiko paling rendah).

“Pada minggu ke-49 ini, Provinsi Sumbar tetap berada pada zona kuning, artinya telah pada risiko rendah,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Minggu (14/2/2021).

Jasman yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumbar merinci, daerah yang masuk zona oranye (skor 1,81-2,4) adalah Kota Pariaman (skor 2,32), Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,32), Kabupaten Solok (skor 2,17), dan Kabupaten Agam (skor 2,14)

“Pada minggu ke 49 pandemi Covid-19 di Sumbar, hanya empat daerah di Sumbar yang berada pada zona oranye. Yang paling rendah skornya itu adalah Kabupaten Agam dan Kabupaten Solok,” ujar Jasman.

Sementara itu, yang masuk zona kuning (skor 2,41-3,0) terdapat 15 daerah yakni, Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,65), Kota Padang Panjang (skor 2,59), Kabupaten Sijunjung (skor 2,59), Kabupaten Solok Selatan (skor 2,57), Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,54), dan Kota Solok (skor 2,51).

Selanjutnya, Kabupaten Tanah Datar (skor 2,51), Kabupaten Dharmasraya (skor 2,50), Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,50), Kota Bukittinggi (skor 2,48), Kabupaten Pasaman (skor 2,45), Kota Padang (skor 2,44), Kota Payakumbuh (skor 2,44), Kota Sawahlunto (skor 2,42) dan Kabupaten Limapuluh Kota (skor 2,41)

“Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki skor terbaik sesuai indikator kesehatan masyarakat. Kita berharap dengan pemberlakuan Perda No. 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar, akan semakin mempercepat memutus mata rantai Covid-19 di Sumbar,” harap Jasman.

Baca juga: Akhir Pekan, Kawasan GOR Agus Salim Padang Kembali Ditutup

Jasman semua kabupaten/kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan. “Hal ini bertujuan agar penyebaran covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan.” (*/pkt)


Baca berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist