Semua ASN di Tanah Datar Dilarang Dinas ke Luar Provinsi Sumbar

Penulis: Agg

Berita Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar terbaru: Pemkab Tanah Datar kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19

Batusangkar, Padangkita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang semakin merebak di wilayah itu. Setelah menerapkan “work from home” (WFH) atau bekerja dari rumah, Pemkab Tanah Datar mengeluarkan kebijakan baru yakni, melarang aparatur sipil negara (ASN) untuk dinas luar provinsi.

Sekdakab Tanah Datar, Irwandi mengatakan, pemerintah saat ini memang melakukan pengetatan atau pembatasan terhadap ASN yang tugas ke luar provinsi. Pengetatan perjalanan dinas bagi ASN tersebut telah mulai diberlakukan sejak Senin (13/9/2020).

“Ya, saat ini dilakukan pembatasan terhadap ASN yang tugas keluar provinsi. Sejak Senin kemarin sudah mulai kita lakukan sampai kondisi di daerah tujuan memungkinkan untuk dikunjungi,” kata Irwandi, Rabu (16/9/2020).

Pelarangan ini, kata dia, untuk menghindari munculnya klaster baru. Sebelumnya, seorang Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Tanah Datar dinyatakan positif Covid-19 setelah pulang dari luar provinsi.

Beberapa staf yang sempat kontak dengan pejabat itu telah di-swab. Pelayanan di kantor tempat yang bersangkutan dinas pun sempat ditutup beberapa hari. Selain itu, beberapa staf dan pejabat lainnya ikut terpapar virus Corona.

Baca Juga: Asisten 1 dan Sekwan Positif Covid-19, Pemkab Tanah Datar Kembali Berlakukan WFH Bagi Pegawai

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen di Laboratorium Kedokteran Universitas Andalas, Rabu (16/9/2020), kasus Covid-19 di Tanah Datar kembali bertambah 10 orang.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar, Roza Mardiah mengatakan, 10 orang yang terinfeksi Covid-19 ini, tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lima Kaum dan Tanjung Emas.

Selain pelaku perjalanan, sebagian orang yang terinfeksi diketahui terpapar dari kontak erat dengan kasus terkonfirmasi. “Kalau pasien yang 10 itu, terdiri dari ASN, IRT, dan lainnya. Ada juga yang mengurus surat perjalanan dengan rapid test, ditemukam reaktif, dilakukan swab ternyata hasilnya positif,” jelas Roza.

Berdasarkan penetapan Gugus Tugas Covid-19 Sumbar, Tanah Datar saat ini masuk zona oranye atau berisiko sedang penularan Covid-19. Untuk itu, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, perlu adanya pembatasan fisik terhadap masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya.

Secara kumulatif Covid-19 di Tanah Datar telah mencapai 150 orang. Sampai saat ini, angka kesembuhan masih di angka 75 orang, dan 4 orang meninggal dunia.

Di lain pihak, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Polres Tanah Datar juga melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi berupa Pendisiplinan Penerapan Protokoler Kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu (16/9/2020) sekira pukul 10.00 di Pasar Sungai Tarab. Kegiatan ini dipimpin Kasat Sabhara Polres Tanah Datar beserta personel sebanyak 25 orang. [agg/pkt]


Baca berita Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar  terbaru hanya di Padangkita.com