Safar dan Rizki Segera Benahi Kawasan  Ibu Kota Limapuluh Kota, Ini yang akan Dilakukan

Berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar hari ini: Datuak Safar bersama Rizki Kurniawan Nakasri menargetkan membenahi kawasan IKK Limapuluh Kota

Sarilamak, Padangkita.com – Pasangan Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Rizki Kurniawan Nakasri atau RKN, sudah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota pada Jumat (26/2/2021). Dalam menjalankan tugas mereka tiga tahun ke depan, pasangan yang diusung Partai Golkar bersama PPP dan PKS ini, menargetkan membenahi kawasan Ibukota Kabupaten (IKK) Limapuluh Kota.

Target membenahi kawasan IKK Limapuluh Kota tersebut, disampaikan Safaruddin Datuak Bandaro Rajo yang populer disapa Datuak Safar kepada wartawan, setelah bertemu dengan anggota DPR-RI dari Partai Demokrat Rezka Oktoberia. Pertemuan itu berlangsung beberapa hari menjelang pasangan Safar-Rizki dilantik oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Padang.

Menurut Datuak Safar, setelah dilantik sebagai pasangan kepala daerah Limapuluh Kota, dia bersama Rizki Kurniawan Nakasri, menargetkan membenahi kawasan IKK Limapuluh Kota. Terutama sekali Nagari Sarilamak sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota.

“Kita tahu, sekarang Nagari Sarilamak dibelah jalan negara Sumbar-Riau. Sehingga wajah Sarilamak sebagai ibukabupaten belum terlihat. Inilah yang akan kita benahi ke depannya. Kita upayakan membuat jalan dua jalur di Sarilamak, dengan memindahkan jalan negara Sumbar-Riau sekarang ke wilayah Gurun atau bisa juga ke Batubalang dan Ketinggian,” kata Datuak Safar.

Rencana Datuak Safar membenahi kawasan IKK Limapuluh Kota, sebenarnya sudah tertuang dalam visi-misi yang disampaikan Safaruddin Datuak Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri saat kampanye Pilkada 2020 lalu. Dalam visi-misi ini, Safar-Rizki membeberkan 8 isu-isu strategis yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Salah satunya adalah isu strategis tentang kawasan IKK.

Berdasarkan data Kabupaten Limapuluh Kota dalam angka tahun 2020, luas wilayah Limapuluh Kota adalah lebih kurang 3,3 juta kilometer persegi, dengan ibukota berada di Nagari Sarilamak. Namun, menurut pasangan Safar-Rizki, luasnya landscape Limapuluh Kota ini, belum didukung dengan pengaturan kawasan yang sesuai kondisi masyarakat.

Ini ditandai dengan belum selesainya revisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan ditambah dengan RDTRK (Rencan Detail Tata Ruang Kabupaten) yang masih mengambang.

Padahal, menurut pasangan Safar-Rizki, pembangunan suatu daerah jika tidak dipayungi oleh aturan tata ruang yang mumpuni, maka daerah tersebut akan berkembang secara liar. Hal ini terlihat dari terjadinya tumpang tindih fungsi kawasan, terutama di kawasan-kawasan strategis cepat tumbuh, seperti kawasan IKK Sarilamak itu.

“Tidak ada batasan yang jelas antara permukiman, pusat perdagangan, dan perkantoran di IKK Sarilamak. Ditambah dengan belum seluruhnya aktivitas perkantoran Pemerintah Kabupaten yang berada di Sarilamak dan masih berada di wilayah hukum pemerintah daerah lain (Payakumbuh),”: tulis Safar-Rizki dalam visi-misi yang diserahkan kepada KPU.

Safar-Rizki juga menyebut, kondisi yang terjadi di kawasan IKK Limapuluh Kota saat ini, tentu akan berdampak secara sosial dan finansial terhadap pembangunan IKK. Limpahan belanja pemerintah kabupaten, tentu tidak dinikmati oleh masyarakat kabupaten.

Aktivitas layanan publik yang disediakan bagi perkantoran yang berada di wilayah hukum daerah lain, tentu juga meningkatkan biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat kabupaten untuk layanan yang dibutuhkannya.

Sementara itu, jumlah penduduk Kabupaten Limapuluh Kota juga terus bertambah. Dimana pada tahun 2019, BPS mencatat, penduduk Limapuluh Kota sudah mencapai 382.817 jiwa. Kalau dilihat dari tingkat kepadatan, Kecamatan Guguak merupakan kecamatan terpadat. Namun, jika dilihat dari jumlah penduduk, maka Kecamatan Harau merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi, yakni mencapai 54.583 jiwa. Dimana, sekitar 26 persen berada di Nagari Sarilamak.

“Berdasarkan data tersebut, terlihat betapa pentingnya penataan kawasan IKK Sarilamak. Karena center of gravity (titik gravitasinya) berada di Nagari Sarilamak,” tulis pasangan Safaruddin Datuak Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri dalam visi-misi mereka pada Pilkada 2020 lalu.

Dalam visi-misi ini, pasangan Safar-Rizki juga menegaskan, pentingnya menyelesaikan produk hukum yang akan memayungi pengaturan tata ruang, sebagai titik awal dari pembangunan IKK Sarilamak. Disamping itu, untuk tahapan eksekusi, juga perlu menyelesaikan masalah Konsolidasi Tanah Perkotaan di Nagari Sarilamak.

“Jika kedua hal ini bisa diselesaikan (aturan kawasan dan konsolidasi tanah perkotaan), maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, IKK Sarilamak akan bisa dilihat secara nyata. Karena masa depan Limapuluhkota bukanlah di Kota Payakumbuh, namun berada di IKK Sarilamak sebagai central pembangunan dan pelayanan publik untuk masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Safar-Rizki dalam visi-misi mereka.

Baca Juga: Safar-Rizki Resmi Pimpin Limapuluh Kota, Tim Sukses Diminta Bubarkan Diri dan Akhiri ‘Cimeeh’ di Medsos

Dalam visi-misi ini, pasangan Safar-Rizki juga menegaskan, bahwa penyelesaian fondasi dasar pembangunan IKK Sarilamak, merupakan 1 dari 10 fokus utama pembangunan yang akan mereka kerjakan. Bahkan, pemindahan objek-objek vital Pemkab Limapuluh Kota dari Kota Payakumbuh ke Sarilamak, juga masuk ke dalam 1 dari 15 strategi pembangunan yang akan dilakukan pasangan Safar-Rizki. [pkt]


Baca berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist