Berita Kota Padang dan Berita Sumbar terbaru: Satpol PP Kota Padang menyiapkan peralatan peralatan dan kebutuhan untuk para pelanggar yang akan diberi sanksi sosial, seperti sapu, karung, hingga rompi bagi para pelanggar
Padang, Padangkita.com – Setelah menindak 130 orang yang tidak bermasker hari ini, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri dan dinas terkait lainnya akan terus menggencarkan razia dan penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan di Kota Padang.
Kepala Satpol PP Kota Padang, Alfiandi mengatakan telah menyiapkan peralatan dan kebutuhan untuk para pelanggar yang akan diberi sanksi sosial, seperti sapu, karung, hingga rompi bagi para pelanggar.
"Kita berharap masyarakat sadar dengan kebiasaan ini (protokol kesehatan). Sanksi sesuai dengan Perda kan bentuknya sebagai efek jera bagi masyarakat. Jika melanggar akan disanksi. Jika tidak mau disanksi, ya harus pakai maskernya," terang Alfiandi.
Baca juga: Tak Pakai Masker, 130 Warga Kota Padang Dihukum Bersihkan Jalan, Taman dan Gorong-gorong
Sementara, dari pantauan Padangkita.com di sejumlah titik keramaian dan fasilitas umum, masih terlihat cukup banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, terutama tidak mengenakan masker.
Berbagai alasan pun mereka lontarkan saat ditanya kenapa tidak menggunakan masker.
Bahkan beberapa dari mereka mengaku tidak mengetahui adanya Perda Provinsi Sumbar tentang Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) yang memuat sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.
"Belum tahu, Perda apa itu, masa iya didenda (kalau tidak pakai masker). Kalau tidak tahu (perdanya) bagaimana?" kata Neli, salah seorang pengunjung Pasar Raya saat diwawancarai Padangkita.com.
Dia mengaku baru mengetahui adanya Perda AKB ini. Namun, dia memberikan respons baik kalau perda ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covin-19.
"Kalau itu sih saya setuju, kan bagus, biar yang sering tidak pakai masker itu jadi rajin pakai masker," kata Neli.
Serupa dengan Neli, warga lainnya, Fitri juga mengaku baru mengetahui adanya Perda AKB. Dia menilai, penerapan ini sangat baik diterapkan untuk memutus mata rantai Covid-19.
"Saya setuju saja, tapi sosialisasi kurang ya, masa seminggu baru disahkan sudah diterapkan sanksinya," ujar dia disalah satu pusat perbelanjaan.
Sementara itu, Yurni saat diwawancarai Padangkita.com mengaku telah mengetahui Perda AKB ini. Dia mengaku senang jika Perda ini telah diterapkan oleh petugas.
"Bagus ini, jadi orang-orang yang melanggar itu dapat ditindak. Pakai masker kan bukan untuk kita sendiri, tapi untuk orang di lingkungan kita juga," sebut dia.
Namun, Yurni sangat menyayangkan kurangnya sosialisasi oleh pemerintah. Dengan waktu yang singkat, sanksi dalam Perda tersebut langsung diberlakukan.
"Ini sosialisasinya kurang sebenarnya, masyarakat banyak yang tidak tahu, kan tidak semua masyarakat yang pakai media sosial, spanduk-spanduknya juga tidak nampak, seharusnya pemerintah lebih gencar sosialisasinya," jelas dia. [mfz/pkt]