Pilgub Sumbar, Epyardi Asda Masih Pikir-pikir

Ditantang Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Epyardi : Itu Gampang

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) mencapai tujuh persen, dibutuhkan pemimpin yang mau bekerja, memiliki jaringan untuk mendapatkan dana pusat dan investor sebanyak-banyaknya.

Hal di atas disampaikan Wakil Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Sumbar, Epyardi Asda dalam diskusi Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Tujuh Persen, di Padang (7/1/2020).

Menurut Epyardi, provinsi maupun kabupaten memiliki jatah dapat dana dari pemerintah pusat setiap tahun, yaitu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Namun, itu jatah pasti yang dibagi berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah dan indikator lainnya.

Namun, menurut mantan anggota DPR RI 3 periode ini, dana paling banyak itu beredar di kementerian dan lembaga. Nah, Sumbar harus memiliki pemimpin yang bisa mendapatkan dana di kementerian dan lembaga tersebut.

“Kita butuh gubernur yang memiliki jaringan ke pusat. Yang bisa menggerakkan seluruh anggota DPR RI asal Sumbar memperjuangkan anggaran, tanpa pandang partai, tanpa pandang dapil (daerah pemilihan),” ujar putra asli Singkarak, Kabupaten Solok ini.

Selain itu, politikus yang dikenal dengan tagline “Apakah Sumbar Sudah Maju?” ini menilai, agar memperoleh pertumbuhan ekonomi 7 persen, Sumbar butuh pemimpin yang bisa membawa investor sebanyak-banyaknya ke Sumbar.

Baca juga: Pilkada Bukittinggi, Ramlan Nurmatias Ditantang Sahabat UAS

Kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan tumbuh ekonomi. Butuh investor untuk membuka lapangan pekerjaan. “Kalau mau berubah, lakukan sesuatu. Jangan biasa-biasa saja,” tegasnya.

Tak tanggung-tanggung, dalam diskusi yang dihadiri tokoh-tokoh Sumbar, pimpinan partai politik (Parpol), wartawan dan mahasiswa tersebut, Epyardi mengatakan, kalau bekerja, mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen itu adalah hal yang gampang.

“Rata-rata orang Minang ini memiliki jiwa dagang. Tapi, apakah perdagangan di Indonesia ini dikuasai orang Minang? Jika kita orbitkan jiwa dagangnya, mencapai 7 persen itu gampang,” jelasnya.

Bahkan, jika dirinya jadi Gubernur Sumbar, dia berani berkomitmen akan mundur jika tak berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi 7 persen.

“Kalau saya jadi gubernur, tak berhasil saya mendongkrak pertumbuhan ekonomi jadi tujuh persen, mundur saya,” jelas politikus yang dikenal bersuara lantang ini.

Meski begitu, Epyardi Asda menyatakan bahwa dirinya belum memutuskan akan ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020, baik sebagai Calon Gubernur Sumbar atau pun sebagai Calon Bupati Solok.

“Anak-anak meminta saya untuk pensiun. Saya bukan orang yang ambisius. Bagi saya, sudah cukup tiga kali menjadi wakil rakyat. Saya tidak dalam kapasitas mencari kerja atau jabatan. Bahkan, tidak pula untuk mencari makan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua ASITA, Asnawi Bahar menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Sumbar dari tahun 2014 cenderung melambat. Sumbar belum memiliki cara yang tepat untuk mengelola sumber daya yang ada untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

“Gubernur ke depan kerjanya tidak sulit, tapi harus bisa mengaktualisasikan segala potensi yang ada,” ujar Asnawi Bahar.

Pertumbuhan ekonomi Sumbar saat ini hanya 5,16 persen. Menurut pria yang biasa disapa Ucok ini, pemimpin Sumbar ke depan harus mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi hingga angka 7 persen.

“Gubernur Sumbar 7 persen itu bisa kita carikan figurnya. Salah satunya Epiyardi Asda, yang memiliki potensi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi Sumbar,” ujarnya. (pk-04)

Terpopuler