Berita viral terbaru: Mantan pendeta ternama di Jawa Timur memutuskan menjadi mualaf dan meninggalkan pekerjaan yang membesarkan namanya. Ia pun kini jadi muazin dan tukang bersih-bersih kuburan.
Padangkita.com - Hidayah memang datang kepada siapa saja yang dikehendaki Sang Maha Kuasa.
Tak peduli apa latar belakangnya, jika Allah berkehendak, cahaya Islam akan datang menembus hati manusia tersebut.
Seperti misalnya kisah seorang pendeta ternama di Jawa Timur ini. Ia rela meninggalkan pekerjaan yang membesarkan namanya, harta, rumah mewah, serta keluarga yang dikasihinya demi bisa memeluk Islam.
Setelah mantap berislam, ia menetap di lingkungan Pondok Pesantren Al Hasani.
Sehari-hari kerjanya kini hanya membersihkan kuburan di lingkungan pondok pesantren Al Hasani Kebumen tersebut.
Meski masih baru di sana, sosoknya tak asing bagi warga sekitar dan amat disegani.
Hal itu tak lain karena ia merupakan seorang muslim yang taat dan totalitas dalam beribadah.
"Namanya Ibnu Mas'ud, kesehariannya bersih-bersih kubur," kata Kiai Asyhari Muhammad Alhasani atau akrab disapa Gus Hari, pengasuh Ponpes Al Hasani Kebumen seperti dikutip Tribun.
Baca juga: Sempat Gonta-ganti Agama Hingga Akhirnya Mualaf, Ini Kisah Marcell Siahaan
Ibnu Mas'ud yang dulunya bernama Abraham Agus Setiono itu merupakan mantan pendeta ternama di Jawa Timur.
Gerejanya pernah dibom teroris saat ia dan jamaahnya merayakan Natal.
Bertolak dari sana, pria tua itu mendapat hidayah suatu malam.
Saat itu ia melihat bintang di langit berjalan tak lazim.
Jutaan bintang yang biasanya bergerak tak beraturan, malam itu bersaf rapi.
Ajaibnya, kerumunan bintang yang berjalan itu membentuk lafaz Allah dengan huruf Arab.
Cahaya bintang berbentuk lafaz Allah itu bukan hanya menghiasi angkasa, tapi juga mampu menembus relung hati Abraham. Dengan pertimbangan matang, ia memutuskan untuk memeluk agama Islam.











