Lamang Tapai, Kuliner Khas Sumatra Barat yang Tak Lekang Oleh Waktu

Penulis: Wina

Padangkita.com – Salah satu hal yang menarik wisawatawan untuk berkunjung ke Sumatra Barat ialah banyaknya kuliner yang menggugah selera.

Sejak dulunya, kelezatan makanan orang Minangkabau pasalnya memang tak tertandingi.

Perempuan Minang pasalnya memang dituntunt untuk pandai memasak. Sehingga tak heran lagi jika masakan orang Minangkabau terkenal dengan enaknya.

Hal itulah yang menjadi salah satu daya tarik para wisatawan ke ranah Minang.

Salah satu kuliner yang masih eksis hingga kini adalah lamang tapai. Bagi orang Minang, lamang tapai ini merupakan salah satu panganan primadona terutama pada hari raya dan acara adat.

Lamang atau lemang merupakan beras ketan yang dimasak dengan santan di dalam bambu muda.

Proses Memasak Lamang

Biasanya, yang membuat lamang tapai ini adalah para nenek-nenek yang sudah tua yang disaksikan oleh anak muda-muda sambil bermain.

Jika sang nenek sudah tak sanggup dalam membuat lamang, barulah para orang tua muda yang membuatnya dengan resep tradisional dari nenek yang pasalnya sudah turun-temurun sejak dulu kala.

Resep turun temurun itulah yang membuat rasa makanan orang Minang selalu menjadi ciri khas.

Perpaduan lamang dan tapai sangat pas di mulut, cita rasa lamang nan gurih dicampur dengan tapai hitam yang agak asam memberikan sensasi rasa tersendiri.

Untuk sampai di tangan pembeli, memasak lamang dan tapai melalui proses yang panjang.

Salah seorang warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sofita, 50 tahun, mengatakan memasak lamang tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan waktu yang cukup lama, begitu juga dengan tapai.

Terpopuler