Kemenperin Buka Lowongan 380 CPNS, Guru dan Dosen Jadi Prioritas

Penulis: Abimayu P
Ilustrasi ujian CPNS. (Foto : Setkab.go.id)

Padangkita.com – Kementerian Perindustrian membuka 380 formasi dengan 43 jabatan untuk lulusan diploma III, IV, S1, S2, dan S3 untuk penerimaan tahun ini.

Sekrektaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar mengatakan menerimaan pegawai baru itu berdasarkan keputusan Menteri PAN RB Nomor 50/2017 tentang kebutuhan pegawai aparatur sipil negara di Kementerian Perindustrian.

“Dalam upaya mendorong peningkatan kinerja industri nasional agar semakin berdaya saing global, dibutuhkan tenaga aparatur yang kompeten. Terutama pada (SDM) dosen sebagai implementasi pengembangan pendidikan vokasi industri,” katanya, dikutip Padangkita.com, Senin (11/9/2017) dari laman setkab.go.id.

Haris menjelaskan, kebutuhan perekrutan SDM ini berkaitan dengan tugas yang diberikan kepada Kemenperin untuk mendirikan delapan Politeknik dan Akademi Komunitas Industri, serta untuk mengisi tenaga pengajar untuk SMAK/SMTI di lingkungan Kemenperin.

“Di samping itu, kami perlu tambahan SDM dalam rangka mendorong kegiatan litbang. Tenaga peneliti dan perekayasa amat diperlukan untuk pengembangan teknologi dalam rangka peningkatan daya saing industri nasional yang saat ini tren inovasi berkembang sangat cepat,” terang Hari.

Rekrutmen ini, menurutnya, juga diarahkan untuk menyiapkan regenerasi calon-calon pimpinan di lingkungan Kemenperin yang sebagian besar akan memasuki usia pensiun dalam waktu dekat. Untuk tata cara pendaftarannya, pelamar harus melakukan pendaftaran online melalui portal: http://rekrutmen.kemenperin.go.id .

Rekrutmen kali ini tidak hanya terbuka untuk umum maupun lulusan dengan predikat cumlaude, tetapi juga memberi kesempatan kepada mereka yang penyandang disabilitas serta putra-putri dari Papua dan Papua Barat.

Secara umum, pelamar adalah Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia, serta taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi persyaratan pelamar formasi cumlaude, usia minimal 18 tahun pada tanggal 1 September 2017 dan maksimal 34 tahun pada tanggal 1 Desember 2017.

Sedangkan, bagi persyaratan pelamar umum, disabilitas serta putra-putri Papua dan Papua Barat, untuk tingkat D-IV sampai S-3 usia minimal 18 tahun hingga maksimal 34 tahun dan tingkat D-III maksimal 30 tahun.

Selain itu, syarat lainnya pelamar harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dengan nilai TOEFL sekurang-kurangnya 475 untuk formasi Guru dan Dosen. Nilai TOEFL sekurang-kurangnya 500 untuk formasi di unit Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional. Nilai TOEFL berlaku dua tahun terakhir.

Sementara itu, untuk Indeks Prestasi Jenjang Pendidikan, disebutkan bahwa bagi lulusan S-3 dan S-2 harus memiliki IPK lebih dari 3,25. Kemudian tingkat D-IV/S-1 memiliki IPK minimal 2,75 dan D-III memiliki IPK minimal 2,50.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan, pihaknya bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi para aparaturnya agar mampu membuat kebijakan yang dapat memacu percepatan pertumbuhan industri.

Hal tersebut sejalan dengan amanat reformasi birokrasi yang menekankan pentingnya pembinaan dan pengembangan SDM aparatur.

“Kami terus memacu agar para pegawai Kemenperin dapat meningkatkan pengetahuannya baik dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun mengikuti training, workshop ataupun magang guna mengetahui dan memahami kebutuhan industri saat ini,” paparnya.

Airlangga pun berharap Kemenperin akan menjadi instansi yang mampu dan berhasil menjadi rujukan kementerian lain dalam mencapai kinerja yang baik serta sanggup memenuhi target pembangunan yang telah ditetapkan.

Terpopuler

Add New Playlist