Berita viral terbaru: Kasus pemerkosaan dan pembunuhan Valentine Jane Doe akhirnya terpecahkan oleh polisi setelah hampir 30 tahun berlalu.
Padangkita.com - Tahun 1990-an, publik sempat dihebohkan dengan kasus pembunuhan terhadap seorang remaja tanpa identitas.
Korban yang meninggal setelah diperkosa pada 14 Februari 1991 ini sukses membuat polisi Florida kebingungan. Jasad perempuan tanpa identitas itu disebut ‘Valentine Jane Doe' oleh banyak orang.
Setelah 30 tahun berselang, akhirnya misteri tersebut telah terungkap. Para penyelidik yang melakukan hasil uji DNA telah berhasil membantu menjawab dua pertanyaan utama dalam kasus tersebut, yakni siapa wanita muda yang tewas itu dan siapa pelaku yang mencekik wanita itu dengan atasan bikini pinknya.
Pada hari Senin (15/6/2020), Kantor Sheriff Kota Monroe mengumumkan bahwa korban telah diidentifikasi sebagai Wanda Deann Kirkum (18). Wanita itu berasal dari Hornell, New York. Sedangkan pria yang membunuhnya adalah Robert Lynn Bradley dari Texas.
Dilansir dari DailyBeast pada Selasa (16/6/2020), polisi mengatakan Bradley tidak akan dibawa ke pengadilan lantaran pria tersebut telah terbunuh setahun kemudian dalam kasus pembunuhan di Texas pada April 1992 , diusia 31 tahun.
Dari hasil penyelidikan polisi, DNA pelaku yang ditemukan dari TKP 1991 di Florida Keys dan DNA dari tempat kematian Bradley di Texas memiliki kecocokan. Hasil DNA tersebut baru-baru ini dibandingkan di laboratorium kejahatan FDLE.
"Kasus ini adalah bukti dan contoh cemerlang dari komitmen lembaga ini untuk menyelesaikan kejahatan, tidak peduli berapa pun usia kasusnya dan apa pun tantangannya," kata Sheriff Rick Ramsay.
Baca juga: Nasib Tragis Tikus Mati di Panci Penggorengan, Warganet Turut Berduka Cita
Kasus Valentine Jane Doe mulanya berawal dari penemuan tubuh seorang wanita yang merupakan Kirkum di area berhutan di jalan raya yang menghubungkan Miami ke Keys, Florida.
Saat ditemukan, tubuh Kirkum tertelungkup dalam air. Sedangkan pada tanah di area tersebut terlihat tanda-tanda yang menunjukkan bagaimana dia diseret.
Dari hasil pemeriksaan forensik kala itu, Kirkum ditemukan telah dipukuli, diperkosa dan dicekik sampai mati.
Setelah mengeluarkan deskripsi jenazah, polisi mendapat petunjuk berharga dari sejumlah saksi. Mereka sempat melihat korban sebelumnya berusaha untuk menumpang pergi ke utara pada Hari Valentine.
Di tubuh Kirkum tidak ada garis-garis kecoklatan sehingga menandakan bahwa ia bukan penduduk asli Florida. Dan giginya yang sempurna adalah indikasi seseorang telah merawatnya dengan baik. Kala itu hanya keterangan minim itu saja yang berhasil didapatkan polisi.
Baca juga: Wanita Muda Tewas di Tangan Janda 2 Anak, Jasad Dimasukkan dalam Kardus
Hanya ada foto-foto pakaian yang terakhir kali dipakai, deskripsi tentang tato dan tindikannya, dan bahkan model forensik tentang penampilannya selama hidup tak membuat identitas Kirkum terungkap.
Acara televisi Unsolved Mysteries juga pernah menampilkan kasus ini. Berkat acara tersebut polisi mendapat ratusan saran dan informasi, namun tidak ada yang dapat memecahkan kasus ini.
"Anda bangun di tengah malam dan Anda berpikir, 'Apakah kita melihat ini, siapa dia di sana, apakah ada sesuatu yang kita lewatkan dalam melihat buktinya?'" kata Letnan Manuel Cuervo dari Departemen Sheriff Monroe kepada Crime Watch Daily beberapa tahun yang lalu.
Setelah hampir 30 tahun berlalu, analisis DNA baru memberi polisi jawaban yang selama ini mereka cari. Setelah mengidentifikasi Jane Doe sebagai Kirkum, mereka mengetahui bahwa dia tidak pernah dilaporkan hilang oleh orang tuanya.
"Jam investigasi yang tak terhitung jumlahnya telah dicurahkan untuk mencoba memecahkan kejahatan ini," kata Ramsay dalam sebuah pernyataan.
"Sekarang, dengan diketahui identitas korban dan tersangka, Kantor Sheriff secara resmi mempertimbangkan 'Pembunuhan Valentine Jane Doe' diselesaikan dan ditutup," ungkapnya. [*/Prt]