Ilmuwan Temukan Varian Deltacron, Mirip Omicron Ini Bedanya 

Penulis: Isran Bastian

Jakarta, Padangkita.com – Untuk kali pertama ilmuwan mengkonfirmasi varian Covid-19 baru yang merupakan mutasi dari varian omicron dan delta, dengan beberapa contoh kasus di Eropa dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Live Science, varian hybrid baru, yang secara tidak resmi dijuluki “deltacron”, dikonfirmasi melalui pengurutan genom yang dilakukan oleh para ilmuwan di IHU Méditerranée Infection di Marseille, Prancis.

Hasil penelitian mengenai mutasi ini telah diunggah di jurnal medRxiv pada Selasa (8/3/2022) lalu, dan belum mendapatkan tinjauan dari dunia ilmiah (peer review).

Varian gabungan atau hybrid muncul melalui proses yang disebut rekombinasi, atau proses ketika dua varian virus menginfeksi pasien secara bersamaan, bertukar materi genetik untuk menciptakan keturunan baru.

Mengutip makalah medRxiv, para ilmuwan mengatakan bahwa “tulang punggung” varian deltacron berasal dari varian delta, sementara protein lonjakannya, yang memungkinkan virus memasuki sel inang, berasal dari omicron.

“Kami telah mengetahui bahwa peristiwa rekombinan dapat terjadi, pada manusia atau hewan, dengan berbagai varian #SARSCoV2 yang beredar. Perlu menunggu eksperimen untuk mengetahui sifat-sifat virus ini. Pentingnya pengurutan, analitik & berbagi data yang cepat saat kita menghadapi pandemi ini,” tulis kepala ilmuwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Soumya Swaminathan dalam Twitter pribadinya @doctorsoumya, Rabu (9/3).

Diberitakan The New York Times, ilmuwan berharap kemunculan mutasi baru ini tidak membuat masyarakat panik karena hingga saat ini belum ditemukan bukti-bukti bahwa varian ini bisa berkembang biak secara cepat.

Ahli virus di Institut Pasteur di Inggris, Etienne Simon-Loriere, mengatakan bahwa analisis genome dari varian rekombinan juga tidak menunjukkan akan muncul fase baru pandemi.

“Permukaan virusnya sangat mirip dengan Omicron, sehingga tubuh akan mengenalinya seperti mengenali Omicron,” kata Simon Loriere.

Ilmuwan juga meyakini bentuk spike virus yang khas dari Omicron membuat varian ini tidak mendorong kasus bergejala berat.

Varian Omicron bisa secara sukses menginvasi sel-sel di hidung dan saluran pernapasan bagian atas, tapi tidak begitu bisa menembus paru-paru. Rekombinan Deltacron diprediksi memiliki karakteristik serupa.

Ditemukan di Beberapa Negara

Varian baru Deltacron diyakini sudah beredar sejak Januari lalu dan ditemukan di Denmark dan Belanda menurut GISAID, sementara dalam jurnal varian ini disebut terdeteksi di beberapa wilayah Perancis.

Selain itu, menurut The Guardian, sekitar 30 kasus telah diidentifikasi di Inggris. Perusahaan riset genetika di California, Helix, telah mengidentifikasi dua kasus di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Virus Corona Belum Reda, Kini DBD Mulai Serang Warga Kota Solok

Maria Von Kerkhove, pemimpin teknis COVID-19 untuk WHO, mengatakan dalam konferensi pers bahwa sejauh ini para ilmuwan belum melihat adanya perubahan dalam tingkat keparahan varian baru dibandingkan dengan varian sebelumnya, tetapi banyak penelitian ilmiah sedang berlangsung. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist