Hutan Suci Ini Malah Dijadikan Lokasi Syuting Film Porno

Berita viral terbaru: Seorang produser bintang film biru menjadikan tempat keramat Sebagai latar syuting filmnya.

Padangkita.com- Sebuah tempat yang disebut menjadi tempat keramat biasanya dilarang untuk dimasuki oleh semua orang tanpa kepentingan tertentu.

Hal ini dikarenakan tempat tersebut dianggap suci oleh sebagian penduduk yang meyakininya.

Seperti pada sebuah tempat yang disebut sebagai hutan keramat Osun Osogbo di Nigeria Barat. Hanya saja tempat keramat tersebut justru dijadikan sebagai sebuah pembuatan film porno oleh salah seorang produser film.

Akibat dari perbuatan yang ini sang produser kemudian ditangkap oleh petugas kepolisian dengan tuduhan mengambil gambar untuk keperluan film porno di hutan keramat itu.

Hutan yang berada di pinggiran kota osogbo ibukota negara bagian Australia sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh PBB tahun 2003 silam. Hutan keramat itu, rumah bagi Osun, simbol dewi kesuburan Yoruba.

Sang produser tersebut diketahui bernama Tobiloba Jolaosho, yang dikenal sebagai King Tblak HOC, ditangkap karena diduga merekam “film seks” di dalam hutan tersebut.

Sosok sang produser memang dikenal sebagai produser film porno dengan banyak penggemar di berbagai negara.

Hal ini juga sempat terlihat dalam sebuah cuplikan video yang diunggah di situs web dan juga di akun media sosialnya. Pria itu memperlihatkan saat dirinya mengenakan sebuah jubah putih yang diduga sebagai penganut Dewa Osun.

Hanya saja terkait penangkapan tersebut, Jolaosho maupun pengacaranya tidak berkomentar. Serta juga belum diketahui kapan pengambilan gambar tersebut dilakukan.

Juru bicara polisi Opalola Yemisi mengungkapkan, sang produser film akan hadir di pengadilan menyusul penyelidikan karena perilakunya “bisa mengganggu ketertiban umum”.

Baca juga: Makin Panas, Nagita Slavina Menyebut Tidak Kenal Ayu Ting Ting

Tentunya apa yang dilakukan oleh pria ini menuai banyak kontroversi dari masyarakat sekitar. Seperti yang diungkapkan oleh seorang penganut kepercayaan Yoruba, Yemi Elebuibon, menyebutkan Jolaosho telah menodai hutan.