Berita viral terbaru: Sadisnya staf rumah sakit ini pukuli pasien covid-19 hingga meregang nyawa.
Padangkita.com – Enam bulan lebih pandemi covid-19 menghantui seluruh dunia. Penyebaran wabah ini dinilai begitu cepat, karena satu orang yang terinfeksi dapat menularkannya hingga ke 4-5 orang lainnya.
Untuk itu berbagai upaya dilakukan pemerintah agar dapat memberantas virus mematikan ini, salah satunya dengan peningkatan pelayanan di bidang kesehatan.
Namun sebuah berita menyedihkan terkait pasien covid-19 kembali datang dari India.
Pasien yang positif terinfeksi covid-19 tersebut meninggal dunia akibat dikereoyok di sebuah rumah sakit. Mirisnya lagi pelaku pengeroyokan korban sendiri merupakan staf rumah sakit tersebut.
Kejadian yang terjadi pada 2 Juli di Rumah Sakit NB, India ini bermula saat pasien datang untuk mendapat perawatan.
Namun masalah terjadi saat ia sedang melakukan pembayaran. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh keponakan korban, yang bercerita mengenai awal kejadian tersebut.
Semula mereka membayar tagihan sebesar Rs3.700 (sekitar Rp720 ribu) tetapi para staff menuntut Rs 4.000 (Rp778 ribu). Nilai ini lebih Rp 58 ribu dari tagihan yang ada.
Para staf tersebut mengatakan jika nilai lebih tersebut diklaim sebagai biaya masuk.
Serta staf rumah sakit menyuruh mereka untuk melakukan ultrasound terlebih dahulu. Lalu nantinya keluarga harus mengikuti sisa pembayaran yang diberi tahu oleh mereka.
Baca juga: Nahas, Kernet Bus ALS Tewas Tergilas Saat Memeriksa Ban Belakang Mobil
Terlebih lagi dokter hanya meresepkan obat-obatan senilai Rs5.000. namun staf menambahkan jika nantinya mereka mengatakan bahwa mereka membutuhkan sekitar Rs4.000 sampai Rs5.000 setiap harinya.
Hingga sang keponakan meminta staf untuk mengambil obat yang prioritas saja.
Pihak keluarga tentu saja merasa keberatan dan berkata jika mereka akan mampu membayar jumlah ini. Kemudian, salah satu staf keluar dan membuat ia menunggu selama 15-20 menit.
Namun sang petugas tidak membiarkan pihak keluarga korban mengikutinya. Merasa kesal, sang keponakan mendorong petugas hingga perkelahian terjadi.
Hingga tak lama, sekitar 5 orang petugas datang dan memuliki keponakan dan paman nya yang positif covid-19.
Sang paman mendapat cedera parah karena mendapat pukul cukup banyak dengan tongkar hingga menyebabkan ia meninggal dunia.
Baca juga: Pelaku Pembakar Mobil Ngaku Sebagai Suami Via Vallen, Benarkah?
Hal inipun telah dikonfirmasi langsung oleh Abhishek, Inspektur Polisi (SP) Kota Aligarh. Ia juga mengatakan jika saat ini jenazah telah dikirim ke posko.
Insiden mengerikan tersebut terungkap lewat kamera CCTV yang tersedia di lokasi kejadian. [*/Nlm]