Dari Program AKSI Pangan, OJK Targetkan Kredit ke Petani Capai Rp260 Triliun

Penulis: Abimayu P
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (tengah) bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Anggota Komisioner OJK Nurhaida meluncurkan program AKSI Pangan, Jumat (24/3) di Harau, Kab Limapuluh Kota, Sumatera Barat. (f/ist)

PadangKita – Otoritas Jasa Keuangan menargetkan nilai kredit perbankan di bidang pertanian tembus Rp260 triliun tahun ini, setelah adanya kesepakatan sejumlah bank untuk ambil bagian dalam program AKSI pangan.

Program akselerasi, sinergi dan inklusi (AKSI) pangan yang diiniasi OJK bersama pemerintah dan industri keuangan itu memang manargetkan naiknya jumlah pemberian kredit kepada petani.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menargetkan pertumbuhan kredit ke sektor tani, buruh, dan hutan meningkat 14,12 persen menjadi Rp260 triliun dari 19 bank mitra.

“Dari 19 bank yang menjadi mitra, targetnya kredit ke sektor tani, buruh, dan hutan mencapai Rp260 triliun,” sebutnya dalam rilis yang diterima Padangkita.com.

OJK meluncurkan program tersebut di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, Jumat, 24 Maret 2017. Daerah itu dipilih karena dinilai berhasil menerapkan rantai nilai pertanian dari hulu hingga hilir. Seperti proses penanaman, pembinaan kepada petani, proses produksi, hingga olahan hasi produksi.

Beberapa komoditi yang sudah menunjukan keberhasilan adalah tanaman kakao, gambir, padi, dan peternakan sapi.

Untuk tanaman kakao atau cokelat misalnya, Limapuluh Kota sudha memiliki sentra pengolahan dan sudah menghasilkan produk cokelat berupa cokelat batangan, cokelat bubuk yang bisa langsung dinikmati.

Keberhasilan tersebut menjadi percontohan, agar bisa pula dikembangkan di daerah lainnya di Indonesia.

Selain target kredit di bidang pertanian, OJK juga menargetkan asuransi lahan pertanian seluas 1 juta hektare atau meningkat hingga 64,88 persen menjadi RP180 miliar.

Kemudian, asuransi untuk ternak sapi mencakup 120.000 ekor atau naik 238,42 persen menjadi Rp27 miliar, dan penjaminan kredit pertanian meningkat 6,42 persen menjadi Rp8,8 triliun.

Lebih lanjut, Muliaman mengatakan program AKSI pangan itu merupakan kelanjutan dari program Aksi Ekonomi Rakyat dan Aksi Strategi Peningkatan Keuangan Inklusif yang dicanangkan Presiden Joko Widodo di Jawa Tengah, tahun lalu.

Dia mengungkapkan untuk Sumbar sendiri penyaluran kredit perbankan ke sektor pertanian sudah menyentuh 8% atau sekitar Rp740 miliar.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan daerah berkomitmen untuk menyukseskan program AKSI pangan. Apalagi sebagian besar masyarakat Sumbar bergerak di sektor pertanian.

“Program ini sangat cocok di Sumbar, karena hampir setengah masyarakat Sumbar bergerak di sektor pertanian,” katanya.

Ia meyakini dengan dukungan dari pemerintah pusat dan OJK permodalan yang selama ini menjadi persoalan petani akan segera terasi. Sehingga produksi pertanian meningkat dan mensejahterakan masyarakat.

Terpopuler

Add New Playlist