Banyak Petani yang Belum Paham Bagaimana Mendapatkan Layanan Bajak Gratis di Tanah Datar

Penulis: Redaksi

Batusangkar, Padangkita.com – Program bajak gratis yang baru saja diluncurkan Pemkab Tanah Datar sangat diminati oleh kalangan petani. Namun, banyak petani yang belum memahami bagaimana mendapatkan program ini.

Seperti petani di Kecamatan Lima Kaum, yang mulai menikmati program bajak sawah gratis pascadiluncurkan pemerintah kabupaten dalam mengurangi biaya produksi.

Sejak program itu diluncurkan, petani penggarap di Kecamatan Lima Kaum sudah lebih dari belasan orang yang mengusulkan untuk mendapat program itu dan namun yang terealisasi baru sekitar empat orang.

“Antusias masyarakat di Kecamatan Lima Kaum cukup tinggi, namun dari keseluruhan yang mengajukan permohonan belum semuanya yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan simultan,” kata Manajer Brigade Alsintan untuk wilayah Kecamatan Lima Kaum, Ariesa Azzahra, kepada Padangkita.com.

Dia menjelaskan, masih banyaknya petani penggarap yang belum masuk DTKS dan simultan dikarenakan faktor iklim dan geografis lahan tersebut.

Seperti di Nagari Parambahan, mayoritas lahan persawahan di daerah itu merupakan sawah tadah hujan, hingga mau tidak mau masyarakat di daerah itu harus menunggu hujan turun bila hendak melakukan bajak sawah.

“Jadi, itu salah satu kendala masih banyaknya petani yang belum terdaftar di DTKS dan simultan. Mereka sudah mengajukan permohonan tapi harus menunggu dulu,” kata Ariesa.

Ia menjelaskan untuk permohonan layanan bajak gratis cukup mudah, dalam waktu dua minggu petani penggarap sudah bisa menikmati.

Yang perlu dilengkapi, pertama, petani penggarap yang melakukan permohonan, terdaftar di DTKS, terdaftar di simultan, dan luas lahan maksimal satu hektare.

“Satu hektare lahan akan dibantu biaya operasional sebesar Rp800 ribu dan solar 10 liter. Atau menyesuaikan dengan luas lahannya,” jelasnya.

Riandi, salah seorang petani penggarap di Nagari Baringin mengatakan program bajak sawah gratis yang diluncurkan Pemkab Tanah Datar sangat meringankan beban para petani.

Biasanya sebelum adanya program layanan bajak gratis ia harus mengeluarkan uang untuk membiayai bajak sawah hingga pemupukan sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.

“Dengan adanya bantuan operator dan solar dari pemerintah sangat membantu,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Tanah Datar, Eka Putra saat dikonfirmasi menyebutkan,  salah satu kendala dari realisasi program itu terkait persoalan sosialisasi.

“Dan, ternyata memang sosialisasi itu tidak gampang, meski begitu ini sedang berjalan dan memang baru berkisar pada angka 10 persenan, ” ujarnya.

Bupati Eka Putra  mengakui masih banyak yang kurang paham terkait program layanan bajak gratis tersebut.

“Yang gak paham yang banyak, apalagi mengisi aplikasi itu. Meski begitu pendaftaran kan setiap hari dibuka melalui brigade-brigade yang ada di daerah masing-masing, ” terangnya.

Bupati Eka Putra mengakui masih banyak kekurangan terhadap program baru itu.

Baca juga: Program Bajak Gratis Di-launching di Tanah Datar, Diklaim Satu-satunya di Sumbar

“Yang namanya baru tentu belum sempurna. Tapi kita bisa melihat di mana kekurangannya yang nantinya bisa diperbaiki, kita masih punya banyak waktu ke depan untuk memperbaikinya,” ujar Eka. [djp/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist