Berita viral terbaru: Gegara stres akibat lockdown, pria ini lempar istrinya dari lantai 7 apartemen. Ia mengaku kesal karena tak bisa kembali ke kampung halamannya hingga menimbulkan pertengkaran dengan sang istri.
Padangkita.com - Mewabahnya virus corona saat ini tidak hanya berdampak pada merosotnya perekonomian warga, tapi juga berpengaruh pada kesehatan mental.
Bahkan tak sedikit juga yang menjadi stres lantaran terjebak lockdown di negeri orang.
Salah satunya yaitu pria asal Inggris ini. Diduga karena stres dengan lockdown akibat wabah Covid-19 di Thailand, pria bernama Dave Mitchell itu mendorong istrinya dari lantai tujuh apartemen.
Baca juga: Karena Jago Main Biola, Driver Ojol Ini Gak Boleh Pulang Sama Customer Cantik
Melansir dari Daily Mail, laporan mengenai kegilaan pria berusia 46 tahun itu diterima polisi pada Selasa (28/3/2020) pukul 14.30 waktu setempat.
Mayor Polisi Narongsak Trairat, Wakil Gubernur Pos Distrik Ban Chang mengatakan, Mitchell melempar si istri dari balkon lantai tujuh hingga menderita luka parah.
Sementara Mitchell hanya termenung dengan kegilaannya tersebut.
Trairat melanjutkan, ketika pihaknya datang, para tetangga sedang mencoba berkomunikasi dengan Mitchell. Setelah dua jam berlalu, barulah susananya menjadi lebih tenang.
"Si pria Inggris mengungkapkan dia bertengkar dengan istrinya karena kesal tak bisa kembali ke negaranya di tengah wabah," ucap Trairat.
Trairat pun menjelaskan kalau si turis Inggris itu tidak juga mau keluar dari apartemennya. Ia bahkan tampak duduk di balkon berwarna putih apartemennya dan mengatupkan tangan seperti berdoa.
Akhirnya dengan bantuan tetangga, polisi setempat mendobrak masuk ke dalam apartemen dan segera membelenggu Mitchell.
[jnews_block_16 number_post="1" include_post="46155" boxed="true" boxed_shadow="true"]
Kepada penyidik, turis Inggris itu mengatakan kalau ia melakukannya karena stres penerbangannya untuk mudik dibatalkan di tengah pandemi.
Hal itu lantas membuat Mitchell marah karena hanya bisa berdiam diri di rumah dan mulai mengeluhkan jam malam, penutupan bar, hingga larangan pemerintah Thailand.











