99 Warga Rohingya di Aceh Utara Bebas Covid-19, Pemerintah Siapkan Tempat Pengungsian yang Layak

Penulis: Mentari Tryana

Jakarta, Padangkita.com – Pemerintah melalui Kementrian Luar Negeri (Kemlu) memastikan 99 warga Rohingya yang diselamatkan di Aceh Utara beberapa waktu lalu dalam kondisi sehat dan bebas dari virus Corona atau Covid-19.

Menlu Retno Marsuadi menyebut, pemerintah telah melakukan fase pertolongan darurat terhadap para pengungsi tersebut, termasuk kebutuhan pangan dan kesehatannya.

“Seluruh 99 orang dalam keadaan sehat dan baik dan kebutuhan pangan serta kesehatan telah dipenuhi. Kepada mereka telah dilakukan tes Covid-19 dan semua Alhamdulillah hasilnya negatif,” kata Retno dalam keterangannya, Rabu (1/7/2020).

Para pengungsi tersebut, kata Retno, sebelumnya ditampung di fasilitas bekas kantor imigrasi Lhokseumawe.

Kemudian pada 1 Juli 2020, mereka dipindahkan ke lokasi dengan sarana yang lebih layak dan memadai, yakni Balai Latihan Kerja Meunasah Mee, Kendang, Muara Dua, Lhokseumawe.

Menurut Retno, pemerintah akan menampung untuk sementara 99 warga Rohingya tersebut atas dasar kemanusiaan.

“Atas nama kemanusiaan, pemerintah Indonesia memutuskan sementara untuk menerima para pengungsi tersebut di tengah situasi penuh tantangan ini,” ujar Retno.

Baca juga: 94 Warga Rohingya Mendarat di Aceh Utara, UNCHR: Indonesia Jadi Contoh untuk Negara Lain

Ia merinci, 99 pengungsi Rohingya tersebut terdiri dari 43 orang dewasa yakni 13 laki-laki dan 30 perempuan. Sementara itu, 56 lainnya merupakan anak-anak di bawah umur 18 tahun yang terdiri dari 13 anak laki-laki dan 43 anak perempuan.

Dalam penanganan pengungsian tersebut, menurut Retno, pemerintah pusat terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri pemerintah pusat, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan Dinas Sosial di Aceh Utara.

Selain dengan instansi dan kementerian terkait di dalam negeri, pihak Kementerian Luar Negeri juga berkoordinasi dengan badan internasional, yakni Komisioner Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melalui berbagai jalur komunikasi.

Retno menyebut, pemerintah telah melakukan pertemuan yang membahas mengenai pengungsian tersebut dengan dua badan internasional itu.

“Baik UNHCR maupun IOM menyampaikan apresiasi kepada Indonesia yang untuk sementara menerima para pengungsi tersebut. Koordinasi akan terus dilakukan dengan UNHCR dan IOM,” tuturnya. [*/try]


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler

Add New Playlist