11.033 Spesimen telah Diperiksa di Tanah Datar, 990 Dinyatakan Positif Covid-19, 53 Orang di Antaranya Guru

Penulis: Agg

Batusangkar, Padangkita.com – Sejak awal pandemi Covid 19 pada Maret 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahdatar telah melakukan testing sebanyak 11.033 spesimen. Pemeriksaan dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) itu, dilakukan di Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Universitas Andalas (Unand).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, hingga Selasa (19/1/2021) ditemukan sebanyak 990 orang yang positif Covid-19. Sebanyak 767 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, dan sebanyak 33 orang meninggal dunia. Dengan demikian, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar sebanyak 190 orang. Mereka dirawat di berbagai rumah sakit rujukan pemerintah dan sebagian lainnya melakukan isolasi secara mandiri.

“Untuk kasus dan screening, kita sudah melakukan pemeriksaan 11.033 sampel yang kita kirim ke Labor Unand dan hasilnya sudah mencapai 10 ribu lebih,” ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar, Roza Mardiah saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/1/2021).

Roza Mardiah mengatakan, total spesimen yang diperiksa tersebut juga termasuk hasil screening terhadap tenaga pendidik sebagai persiapan pembelajaran tatap muka sejak 11 januari 2021. Dari pemeriksaan orang kontak erat, hingga 18 Januari 2021 ditemukan sebanyak 933 orang positif, sedangkan dari hasil screening tenaga pendidik ditemukan sebanyak 53 orang positi.

“Untuk guru yang terpapar Covid-19 sudah mencapai 53 orang, dari screening yang tengah berjalan itu. Khusus untuk guru saja telah dilakukan swab terhadap empat ribuan guru,” tambah Roza.

Ia menyatakan screening terhadap tenaga pendidik akan terus dilakukan. Hingga saat ini, screening terhadap tenaga pendidik yang telah dilakukan di antaranya terhadap satuan pendidikan tingkat SMA sederajat, dan SMP sederajat.

“Kita tetap berupaya melakukan screening untuk guru SD. Dalam minggu ini kita harapkan selesai, dan keputusan bagi sekolah SD untuk belajar tatap muka,” lanjutnya.

Menanggapi berubah statusnya Kabupaten Tanah Datar dari zona kuning ke zona orange penyebaran Covid-19, Roza menyebut hal itu tidak terlepas dari hasil tracking dan screening yang dilakukan.

“Ya, karena kita bekerja, karena kita melakukan screening maka ditemukan. Kalau tidak dilakukan screening, tidak akan ditemukan. Dari screening ternyata ada kasus yang kita temui. Kalau dari kasus, jelas kontak erat dengan yang positif dan kita cari,” jelasnya.

Baca Juga: 10 Orang Guru di Tanah Datar Dilaporkan Positif Covid -19

Sementara itu, dalam menekan peningkatan penyebaran Covid-19 di Luhak Nan Tuo, Roza berharap masyarakat untuk serius menerapkan protokol kesehatan. [pkt]


Baca berita Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist