Jembatan Putus di Pessel, Warga Gunakan Rakit untuk Menyeberang

Warga yang menggunakan rakit untuk menyeberang karena jembatan alternatif di Kampung Nyiur Gading, Nagari Kambang Induk, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. (Foto: pesisirselatankab.go.id)

Padangkita.com – Akibat jembatan alternatif putus, warga Kampung Nyiur Gading, Nagari Kambang Induk, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan terpaksa menggunakan rakit apung untuk menyebrangi sungai. Jembatan tersebut putus akibat derasnya air sungai yang terjadi beberapa hari terakhir.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, jembatan yang rusak merupakan jembatan darurat untuk menggantikan sementara jembatan permanen sedang dibangun. Agar dapat menyeberang, warga menyewakan rakit apung dengan membayar biaya sebesar Rp5 ribu.

“Untuk ke seberang kami harus bayar Rp 5 ribu,” sebut Adi, warga Kampung Nyiur seperti dikutip dari pesisirselatankab.go.id, Rabu (28/02/2018).

Selain menggunakan rakit, sebagian warga juga menyeberangi sungai berjalan kaki.

“Kalau tidak ada barang bawaan yang berat, tanpa rakit juga bisa. Kerena, air tidak terlalu dalam,” jelasnya.

Sementara, Camat Lengayang Muliyadi menyatakan telah mengetahui kondisi jembatan yang putus tersebut. Menurutnya, hal tersebut telah dilaporkan kepada bupati dan dinas terkait.

Menurutnya, untuk sementara warga agar bisa memaklumi dan melewati akses alternatif lainnya. Sebab, pembangunan jembatan permanen sebagai penghubung akan segera disiapkan.

“Untuk sementara akses jalan bisa melalui jembatan gantung di Medan baik atau melewati jalan Kulam-Kapau. Karena gantung sedang diganti dengan permanen dan dalam proses pengerjaan,” pungkasnya.