Video Pengalaman Antar Jenazah ke Pedalaman Sumbar, Netizen: Uji Nyali Sebenarnya

Penulis: Isran Bastian

Sijunjung, Padangkita.com – Pengantaran jenazah memang jadi satu hal yang lazim. Namun jika jenazah yang diantarkan ke tujuan yang berada di tengah hutan dan waktunya dini hari, tentunya bikin ngeri juga.

Seperti pengalaman dalam video milik akun TikTok, Medikal Transport Padang. Sang sopir ambulance merekam kejadian tersebut saat mengantar salah satu jenazah ke daerah Sumpur Kudus.

“Masuk hutan kita mengantar jenazah ya mas broo, yang penting alamat nya betul ya mas broo,” tulis Medikal Transport Padang dalam captionnya, dilihat Padangkita.com, Senin (15/8/2022).

Postingan tersebut langsung diburu komentar netizen. Banyak dari mereka yang mengaku ikut merinding melihat suasana tersebut, terlebih backsound yang mengiringi video itu sangat horor pula.

“Merinding,” tulis akun @putri0102.

Diketahui, Sumpur Kudus merupakan salah satu nagari atau desa yang berada di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Daerah ini termasuk salah satu daerah pedalaman yang dikelilingi perbukitan.

Sumpur Kudus berjarak sejauh 165 Km lebih dari pusat Kota Padang. Jika dari Pusat Ibu Kota Sijunjung, Muaro Sijunjung berjarak 52 Km lebih atau 2 jam kurang jika ditempuh dengan kendaraan bermotor. 

“Masuk hutan baa ndk ka merindiang,” timpal @Medikal Transport Padang.

Sementara netizen lain mengingatkan agar sang sopir untuk sering-sering membunyikan klakson.

Dalam video tersebut sang sopir terdengar melakukan percakapan dengan pihak keluarga.

Lai ado ato masuak ka dalam ko ko bg,” tanya sang sopir dalam bahasa Minang kepada pihak keluarga yang mengiringi jenazah, sembari melajukan kendaraan.

Pihak keluarga pun menjawab “ada”. Dan dia meminta sang sopir memutarkan kendaraanya pada salah satu sudut jalan dan meminta jenazah untuk segera diturunkan.

Sang sopir pun kembali bertanya di mana rumah tempat jenazah akan disemayamkan. Pihak keluarga menjelaskan kalau kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalan selanjutnya, karena rumahnya hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki melewati hutan dan berada di tengah sawah.

“Turun di sini saja bang, nanti biar saya yang angkat pakai tandu.

Namun yang sedikit janggal, di penghujung jalan tempat jenazah akan diturunkan tak ada satupun orang atau pihak keluarga lain yang menunggu kedatangan jenazah tersebut.

Baca Juga: Cerpen Lawas Penulis Minangkabau Ini Masih Relevan di Zaman Sekarang

“Benar-benar uji nyali om, lebih berani dari yang di Tv-tv,” komentar akun lainnya. [isr]

Terpopuler

Add New Playlist