Selain Kalista Iskandar, Pemenang Kontes Kecantikan dan Pemilihan Duta asal Sumbar Berikut Ini Tuai Kontroversi

Penulis: Sonia

Pemenang kontes kecantikan dan pemilihan duta harusnya menjadi kebanggaan bagi daerah yang mereka wakili. Namun, apa jadinya jika dianggap sebaliknya?

Padangkita.com – Di antara ajang pencarian bakat yang banyak menarik perhatian di Indonesia adalah kontes kecantikan dan pemilihan duta. Dalam dua ajang tersebut, para kontestan menampilkan kepribadian, wawasan, dan bakat terbaik mereka. Para pesertanya merupakan utusan dari daerah untuk nantinya dipilih yang terbaik sebagai pemenang.

Pemenang yang terpilih adalah yang terbaik hasil penilaian juri. Khusus pada ajang pemilihan duta, pemenang yang terpilih adalah sepasang laki-laki dan perempuan.

Namun, tak jarang, ada peserta kontes kecantikan dan pemilihan menuai kontroversi. Baru-baru ini, salah seorang kontestan di ajang kontes kecantikan Puteri Indonesia 2020 Kalista Iskandar menuai perhatian publik lantaran tidak bisa mengucapkan Pancasila dengan benar. Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan di Sumatra Barat, daerah asal kelahiran Kalista.

Selain Kalista Iskandar, ternyata ada beberapa peserta kontes kecantikan dan pemilihan duta asal Sumatra Barat yang pernah menuai kontroversi.

1. Whulandary Herman

Whulandary Herman adalah pemenang kontes kecantikan Puteri Indonesia 2013. Ia merupakan peserta perwakilan dari Sumatra Barat.

Pencapaian Whulandary di tingkat nasional tentu membanggakan daerah asalnya. Sebagai pemenang Puteri Indonesia 2013, ia berkesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang Miss Universe 2013 di Moskow, Rusia.

Baca juga: Wakil Sumatra Barat Tak Hafal Pancasila di Ajang Final Puteri Indonesia

Namun, pada ajang internasional tersebut, Whulandary membuat heboh publik di Tanah Air. Pasalnya, beredar foto Whulandary menjalani sesi pemotretan dengan bikini seksi.

Penggunaan bikini selalu menjadi kontroversial bagi wakil Indonesia di ajang Miss Universe, termasuk yang terjadi pada Whulandary. Berfoto dengan busana minim dianggap tidak sesuai dengan norma yang berlaku di Indonesia.

Terpopuler