Sawah di Tanah Datar Kekeringan, Pemkab Imbau Petani Ikut AUTP

Penulis: Redaksi

Batusangkar, Padangkita.com – Cuaca kemarau yang terjadi beberapa waktu belakangan di Tanah Datar, mengakibatkan beberapa wilayah di daerah itu mengalami kekeringan, bahkan mengancam lahan pertanian masyarakat gagal panen.

Seperti terjadi di Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Baru, masyarakat mengeluhkan sumur kering dan lahan pertanian sawah sudah retak akibat tidak adanya pasokan air.

Salah seorang petani, Sudirman, 63 tahun, mengatakan, sejak musim kemarau lebih kurang satu bulan lampau hingga saat ini sawahnya tak kunjung berair dan terancam gagal panen karena tanah persawahannya yang sudah retak.

“Dulu saluran irigasi ke sawah kami ada, tapi sudah rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Alternatif satu-satunya selama ini dengan mengharapkan limpahan air dari sawah lain yang disambungkan ke saluran irigasi menuju persawahan kami juga sudah tidak berfungsi karena kekeringan,” katanya

Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Wel Embra kepada Padangkita.com, Rabu (13/4/2022) mengimbau, para petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk memberikan perlindungan terhadap risiko gagal panen.

Klaim asuransi tersebut nantinya bisa digunakan para petani itu untuk kembali berproduksi setelah bencana gagal panen terjadi.

“Gagal panen tersebut di antaranya akibat resiko banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tumbuhan lainnya atau fuso, maka ada jaminannya,” kata Wel Embra.

la mengatakan, program AUTP juga termasuk ke dalam salah satu program unggulan Pemkab Tanah Datar pada bagian Dinas Pertanian dalam meningkatkan produksi petani.

Sebelumnya program AUTP di Tanah Datar masih disubsidi pemerintah pusat, petani tetap membayar secara swadaya dengan besaran iuran sebesar 20 persen, namun pada tahun ini biaya tersebut ditanggung seluruhnya oleh pemerintah daerah dengan jumlah kuota 200 hektare.

“Nantinya, minimal satu hektare lahan itu akan mendapatkan ganti rugi sebesar 6 juta rupiah jika terjadi gagal panen sesuai dengan kriteria yang ditetapkan itu,” kata Wel Embra.

Sementara untuk jangka panjang, dalam antisipasi kekeringan lahan pertanian, pada tahun ini ada namanya program optimasi lahan kering melalui program dari APBN.

Bentuk kegiatannya, ada berupa pengadaan sumur bor, membuat embung, dam parit, dan bendungan, yang pada intinya program untuk irigasi ke areal pertanian.

Pada program tersebut, Kabupaten Tanah Datar akan mendapatkan sebanyak 12 paket dan sedang proses pemberkasan di Provinsi Sumatra Barat.

Baca Juga: Dampak Kemarau, Produksi Air Bersih PDAM Padang Turun

“Dan insyallah setelah lebaran kegiatan itu sudah bisa terlaksana yang tersebar di beberapa kecamatan,” katanya. [djp/fru]

Terpopuler

Add New Playlist