Progres Sudah 97,25 Persen, Fly Over Kopo Bakal Rampung September 2022

Penulis: Isran Bastian

Bandung, Padangkita.com – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi, Iwan Darmawan Aras beserta rombongan melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik (kunfik) Komisi V ke Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat (3/6/2022).

Pada kesempatan ini, Komisi V DPR RI meninjau pembangunan Fly Over Kopo, yang saat ini progresnya telah mencapai 97,25% dan diharapkan selesai seluruhnya pada September 2022.

Fly Over ini dibangun dengan biaya Rp 288,76 Miliar  dengan panjang 1,3 km dan lebar jalur 9 meter. Pada proses pembangunannya, Fly Over ini berhasil dilaksanakan di tengah kepadatan lalu lintas Kopo-Cibaduyut dan kondisi zero accident. Diharapkan dengan adanya Fly Over Kopo kepadatan arus lalu lintas di persimpangan sebidang Kopo dan Cibaduyut dapat terurai dan memperlancar konektivitas di Kota Bandung dan sekitarnya.

“Kami apresiasi keberhasilan pembangunannya dan ini juga membuktikan kualitas engineer Indonesia sudah level internasional” jelas anggota rombongan Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo.

Pada sesi diskusi, Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga, Yudha Handita Pandjiriawan menjawab pertanyaan dari anggota terkait usia Fly Over Kopo. Yudha menjelaskan bahwa terkait usia jembatan, strukturnya pada umumnya adalah 50 tahun, namun kondisi aspal ada yang 5-10 tahun dan perlu dilakukan maintenance secara terus menerus agar kualitasnya tetap dalam kondisi baik. “Beban kendaraan yang melewati aspal tersebut juga dapat mempengaruhi umur kekuatan aspal tersebut” tambah Yudha.

Pada konflik kali ini, dipaparkan juga rencana pembangunan Fly Over Buah Batu – Kiaracondong yang akan dibangun sepanjang 1,46 meter dengan perkiraan biaya konstruksi sebesar Rp 724 Miliar.

Komisi V DPR RI berharap agar pembangunan FO Buah Batu – Kiaracondong dapat terlaksana karena akan sangat bermanfaat untuk masyarakat. Menanggapi hal ini Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta – Jawa Barat, Wilan Oktavian menjelaskan bahwa Fly Over Buah Batu – Kiaracondong belum dapat terealisasikan pembangunannya karena masih menunggu Pemerintah Kota Bandung membebaskan lahannya.

Komisi V DPR RI juga mendorong Kementerian PUPR agar terus memperhatikan dan mengawasi kondisi Jalan Nasional secara umum di wilayah Jawa Barat. Hal ini dikarenakan kondisi jalan dan jembatan yg dinilai masih banyak yang membutuhkan perbaikan.

Baca Juga: Sopir Bus yang Tabrak Fly Over di Padang Panjang hingga Atap Terbelah, Masih Diburu Polisi

Dalam kegiatan kunker spesifik Komisi V DPR RI tersebut, turut hadir Kepala Balai Wilayah Sungai Citarum, Bastari dan Pemerintah Kota Bandung. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist