Sopir Bus yang Tabrak Fly Over di Padang Panjang hingga Atap Terbelah, Masih Diburu Polisi

Padang Panjang, Padangkita.com – Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Aldy Lazzuardy mengatakan, ada 21 orang yang berada di dalam bus PT Sipirok Nauli yang menabrak dinding lorong fly over di Jalan Soekarno Hatta Simpang Lapan, Kota Padang Panjang.

Dua puluh satu orang itu terdiri atas 17 orang penumpang, dua orang sopir, dan dua orang kernet.

Menurutnya, 15 dari 17 orang penumpang sudah diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan berdasarkan observasi tenaga medis karena tidak ada luka serius yang terjadi. Sementara, dua orang penumpang lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Dua orang penumpang tersebut yaitu Masari lahagu, 55 tahun, mengalami luka di dahi, dan Nidaria Gea, 30 tahun, mengalami luka di bagian siku.

“Dua orang penumpang itu masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang Panjang untuk menunggu rujukan rumah sakit,” ujar Aldy dalam kepada Padangkita.com, Senin (31/1/2022) sore.

Sementara itu, satu orang sopir atas nama Supriadi Siregar, serta dua orang kernet atas Pangoloi dan Abdullah telah diamankan Polres Padang Panjang untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kecelakaan.

“Lalu, satu orang sopir lagi sekaligus pengemudi saat terjadi kecelakaan atas nama Pendi Manalu sampai saat ini masih dalam penyelidikan karena sesaat setelah kecelakaan yang bersangkutan melarikan diri. Kami sudah berkordinasi dengan Polres setempat untuk membantu dalam pencarian supir kedua ini,” ungkap Aldy.

Kemudian, untuk barang bukti kendaraan, sudah dievakuasi dan diamankan di Mako Polres Padang Panjang.

Sebelumnya diberitakan, bagian atas bus lintas-provinsi asal Sumatra Utara (Sumut) merek PT Sipirok Nauli terpotong setelah menabrak dengan keras fly over di Jalan Soekarno-Hatta Simpang Lapan, Minggu (30/1/2022).

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan polisi di lapangan, kecelakaan itu bermula ketika bus Sipirok Nauli yang dikemudikan Manalu, 33 tahun, datang dari arah Bukittinggi.

Rencananya, bus asal Sumut itu akan menuju Jambi. Namun, tiba di lokasi kejadian, ternyata Manalu tidak mengetahui rute jalan. Ia mengambil jalur yang salah di mana jalan tersebut hanya bisa dilewati kendaraan dengan tinggi maksimal 2,2 meter saja.

Baca Juga: Wako Fadly Ungkap Lokasi Kecelakaan di Fly Over Padang Panjang Bukan Jalur Bus

“Karena kecepatan tinggi, bus menabrak fly over. Akibat kejadian tersebut bus jenis Marcedes mengalami kerusakan. Pengemudi dan 17 orang penumpang mengalami luka-luka,” ungkap Satake. [fru]

Terpopuler

Add New Playlist