Pilkada Limapuluh Kota, 4 Pasangan Sudah Hampir Final, Petahana Irfendi Arbi Terancam “Ketinggalan Kereta”

Penulis: Arief Paderi

Sarilamak, Padangkita.com – Bupati “incumbent” Limapuluh Kota Irfendi Arbi, terancam “ketinggalan kereta” dalam Pilkada serentak 2020. Sebab, sejauh ini, belum satupun partai politik (parpol) secara resmi menyatakan mendukung Irfendi. Sementara, kurang dari sebulan lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuka pendaftaran calon.

Pada bagian lain, sejumlah kandidat yang akan bertarung pada Pilkada Limapuluh Kota, sudah semakin mengerucut. Bahkan, hingga awal Agustus ini, sudah empat pasang balon bupati/wakil bupati, yang sudah memastikan untuk maju. Selain pasangan dari calon independen, pasangan dari jalur parpol atau koalisi parpol pun sudah mendapat restu pimpinan parpol.

Pasangan pertama adalah Ferizal Ridwan-Nurkhalis dari jalur perseorangan atau independen. Pasangan ini, diperkirakan akan lolos dari lubang jarum. Sebab, hanya membutuhkan 6.139 dukungan lagi. Sedangkan, tambahan dukungan baru yang sudah diajukan ke KPU Limapuluh Kota saat perbaikan berkas adalah sebanyak 17.211 dukungan.

Kedua, pasangan Darman Sahladi-Maskar-Maskar Dt Pobo. Pasangan ini didukung koalisi Demokrat dan PAN. Koalisi ini, memenuhi syarat untuk mendaftarkan calon bupati dan wakil bupati ke KPU, karena telah punya delapan kursi dari 35 kursi di DPRD Limapuluh Kota.

Ketiga, pasangan M Rahmad-Asyirwan Yunus. Pasangan ini, sebagaimana pengakuan M Rahmad, sudah mendapat dukungan dari Gerindra dan PKB. Selain Gerindra dan PKB yang masing-masingnya punya modal enam dan dua kursi, pasangan ini juga berpotensi diusung Partai Hanura dan Partai NasDem.

Potensi ini menguat karena sebelumnya Asyirwan Yunus adalah Ketua Hanura dan sudah mendapat surat tugas pula sebagai Balon Bupati Limapuluh Kota dari Partai Hanura. Rahmad sendiri juga sudah membangun komunikasi dengan partai besutan Oesman Sapta Odang itu.

“Untuk Hanura, kami dapat informasi, pengurus yang dari provinsi, Rabu (5/8/2020) akan datang ke Jakarta (DPP Hanura), untuk mengurus kelengkapan dukungan,” kata Rahmad, Rabu (5/8/2020).

Sedangkan NasDem, juga sudah ada komitmen sebelumnya, NasDem akan berkoalisi dengan Gerindra dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020, mengusung Rahmad-Nilmaizar. Kabarnya, komitmen ini masih dipegang NasDem.

“Kini, dengan kita berpasangan dengan Pak Asyriwan Yunus, NasDem dari informasi yang disampaikan Bang Ilson Cong kepada Deni Asra, masih tetap komit melanjutkan koalisi. Mudah-mudahan saja dapat dituntaskan sebelum 24 Agustus,” kata Rahmad.

Sementara, pasangan keempat balon bupati dan wakil bupati Limapuluh Kota yang sudah hampir final adalah Safaruddin Dt Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri atau Datuak Safar-RKN. Pasangan ini, berkemungkinan besar akan diusung koalisi Golkar, PPP, dan PKS.

Insya Allah, kita maju melalui Partai Golkar dan PPP. Kemungkinan, PKS juga akan ikut dalam koalisi ini. Sebab, hubungan Golkar dengan PKS sangat bagus. Golkar dan PKS selalu menjalin komunikasi yang efektif,” kata Safaruddin.

Pemerhati politik di Luak Limopuluah, Desra, memperkirkan, Golkar, PPP, dan PKS sepertinya positif berkoalisi mengusung Datuak Safar-RKN. Kemudian, Gerindra bersama PKB, Hanura dan NasDem mengusung M Rahmad-Asyirwan Yunus, lalu sebelumnya Demokrat dan PAN mengusung Darman Sahladi-Maskar Dt Pobo. Dengan demikian, kata Desra, makin tipis peluang Irfendi Arbi bisa ikut dalam Pilkada 2020.

“Jika memang begini komposisinya, bisa-bisa Irfendi Arbi kehilangan kereta. Sebab, tinggal PDI-P satu-satunya partai yang bisa diharapkan bupati ‘incumbent’ itu sebagai tumpangan untuk maju kembali dalam Pilkada. Namun, kursi PDIP kan juga cuma 2 di DPRD Limapuluh Kota. Tidak bisa mengusung calon sendiri,” kata Desra.

Masih Dinilai Sebagai “Lakon” Pilkada//

Walau begitu, membaca arah angin politik dari pusat dan gaya politik Irfendi selama ini, Desra berfirasat, Irfendi masih dapat partai. “Saya pikir, Irfendi itu masih ‘lakon’ dalam Pilkada di Limapuluh Kota. Dulu saja buktinya, sudah diberitakan tidak dapat partai, eh tahu-tahu berpasangan dengan Ferizal Ridwan, maju lewat PDIP, PKB dan PPP,” ujar Desra.

Bisa saja, lanjut Desra, Irfendi Arbi nantinya dapat dukungan dari Hanura, NasDem, atau PPP. “Kalau yang tiga ini tidak didapat Irfendi Arbi, saya pikir, baru peluangnya untuk maju kembali dalam Pilkada menjadi tipis. Sekalipun, hasil survei menyatakan popularitasnya paling tinggi,” kata Desra.

Irfendi Arbi sendiri diduga sudah mulai ‘galau’ menghadapi Pilkada Limapuluh Kota. Walau sempat didukung PAN, PPP dan PDIP di tingkat kabupaten, tapi dari pusat dan provinsi belum ada dukungan buat dia. Sehingga, belakangan ini, Irfendi Arbi disebut-sebut “berputar haluan” dengan bersiap menjadi balon Wagub Sumbar pendamping Bupati Solok Gusmal.

Namun, kompetisi pada Pilgub Sumbar lebih ketat lagi. Walau ada koalisi parpol yang dibangun Golkar, PKB dan NasDem, tapi persaingan amat ketat. Ada pasangan Faldo Maldini-Febby Dt Bangso yang sudah duluan deklarasi. Selain itu, Fakhrizal-Genius Umar yang jika gagal maju lewat jalur perseorangan, tentu akan berusaha maju lewat poros baru ini. [gse/pkt]


Baca berita Sumatra Barat terbaru dan Update Pilkada Limapuluh Kota hanya di Padangkita.com.