Pengangguran di Tanah Datar Didominasi Lulusan SMA dan Sarjana

Penulis: Agg

Berita Pilkada Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar terbaru: Para pencari kerja atau pengangguran di Tanah Datar masih didominasi lulusan SMA dan sarjana

Batusangkar, Padangkita.com – Para pencari kerja atau pengangguran di Tanah Datar masih didominasi lulusan SMA dan sarjana atau strata 1 (S1). Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP-Naker) Tanah Datar mencatat, Januari hingga Agustus 2020 tercatat sebanyak 999 orang pencari kerja pengurus kartu kuning (AK1).

Kasi Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas PMPTSP Naker Tanah Datar, Budi Syaputra menyebutkan 999 orang pencari kerja itu terdiri dari tamatan SMP 4 orang, tamatan SMA 720 orang, tamatan D1/D2 sebanyak 6 orang, dan tamatan S1 sebanyak 205 orang, serta tamatan S2 sebanyak 2 orang.

“Dari 999 orang itu, perempuan di antaranya 613 orang, dan 386 lainnya laki-laki. Dan dari 999 orang itu yang baru kita terima laporan mendapatkan pekerjaan hanya 46 orang,” kata Budi kepada Padangkita.com, Kamis (10/9/2020).

Dia menyebutkan, angka kelulusan dari sekolah dan perguruan tinggi cukup tinggi dari Tanah Datar, sementara lapangan kerja sangat terbatas.

“Di sini tidak ada industri, pabrik, ataupun perusahan besar yang mampu menyerap tenaga kerja. Ujung-ujungnya tentu berimbas kepada angka pengangguran atau pencari kerja,” sebut Budi.

Baca Juga: Jumlah DPS Pilkada 2020 di Tanah Datar Sebanyak 256.857 Pemilih

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar melalui Dinas PMPTSP Naker sendiri, kata Budi, sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Berbagai upaya yang dilakukan itu seperti memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan, ada juga pemberian pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), ada yang dilakukan dalam kegiatan di nagari-nagari, dan banyak lagi bentuknya, ” ujar Budi.

Namun, lanuut Budi, kendala lain yang menjadi persoalan lain adalah, banyaknya para pencari kerja tersebut yang memilih-milih pekerjaan.

“Kalau tidak jadi pegawai tidak mau bekerja, atau tidak sesuai bidang yang ditempuh saat masa pendidikan tidak mau bekerja, tentu hal ini menjadi persoalan yang hanya bisa dikembalikan kepada diri mereka sendiri,” ujar Budi.

Lebih jauh dia menjelaskan, selama masa pandemi sejak Maret hingga Agustus, jumlah pengurus AK1 juga meningkat. “Biasanya peningkatan terjadi jika ada pembukaan lowongan pekerjaan. Kebetulan pada Juli lalu ada pembukaan lowongan, dan pengurus kartu kuning juga membludak, ” sebutnya.

Budi menyebutkan, tahun ini penyerapan tenaga kerja sangat minim jika dibandingkan dengan angka pencari kerja sendiri. Pada tahun 2019 lalu saja, dari 1.980 pencari kerja, hanya 405 orang yang mendapatkan pekerjaan. Sisanya kembali menambah angka pengangguran di Tanah Datar.

Jumlah pengangguran atau pencari kerja di Tanah Datar sendiri sejak beberapa tahun terakhir masih tergolong tinggi. Pada tahun 2018 jumlah pencaker di Tanah Datar tercatat hampir 9 ribu orang, dan tahun 2017 tercatat 10.340 pengangguran di Tanah Datar.

“Pada umumnya angka itu didominasi oleh kaum intelektual dari tamatan diploma, S1 hingga S2.” [agg/pkt]


Baca berita Pilkada Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar  terbaru hanya di Padangkita.com