Pendiri Gerakan Perempuan Sadar Vagina Indonesia Ungkap Bahaya Kanker Serviks yang Menjadi Pembunuh Wanita Nomor 1 di Dunia

|
Editor: Zulfikar

Berita Payakumbuh hari ini dan berita Sumbar hari ini: Kanker serviks menjadi pembunuh perempuan nomor 1 di dunia, termasuk di Indonesia.

Payakumbuh, Padangkita.com – Pendiri gerakan Perempuan Sadar Vagina (PSV) di Indonesia, Dr. Inge Satyo Ariyanto membahas persoalan kanker serviks dengan ibu-ibu di Payakumbuh.

Pembahasan itu berlangsung dalam webinar “Inspirasi Sehat” yang digelar pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Payakumbuh, Selasa (23/2/2021).

Ibu-ibu yang ikut dalam webinar ini, tidak hanya pengurus DWP. Tapi juga pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Termasuk, Ketua GOW Kota Payakumbuh, Machdalena Erwin Yunaz, Ketua DWP Payakumbuh, Elfriza Zaharman, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang Kodim 0306/50 Kota, Mila Ferry Lahe, dan Ketua Bhayangkari Kota Payakumbuh, Rini Alex Prawira.

Menurut dr Inge Satyo Ariyanto, gerakan Perempuan Sadar Vagina yang digagasnya bisa dijadikan salah satu alat untuk mewujudkan ketahanan keluarga.

Sebab, faktor-faktor yang menjadi penentu ketahanan keluarga itu adalah ketaatan kepada ajaran agama, tingkat pendidikan dan tercapainya kesehatan.

“Tercapainya kesehatan ini salah satunya adalah adanya kesadaran mengenai kesehatan vagina. Karena akibat kurang sadarnya wanita Indonesia mengenai pentingnya kesehatan vagina marak terjadi kanker serviks atau kanker leher rahim,” ujar dr Inge.

Dia juga menyebutkan, bahwa kanker serviks masih menjadi pembunuh nomor satu wanita di Indonesia.

“Pembunuh nomor 1 wanita adalah kanker serviks, bukan hanya di Indonesia, tetapi di dunia. Ibu-ibu sangat gampang meninggal karena kanker serviks ini, buktinya setiap tahun terjadi 21 ribu kasus kanker serviks di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Payakumbuh, Rida Ananda yang membuka webinar itu menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara.

“Kegiatan ini penting dan jangan dianggap tabu. Kita harus bisa berfikir terbuka, karena pencegahan terhadap penyakit di organ tubuh juga sudah dipelajari pada tingkat pendidikan. Semoga ilmu dan bimbingan yang didapat bisa diterapkan dan dibagikan kepada ibu-ibu yang lain,” ujarnya.

Rida berharap, agar kaum ibu di Payakumbuh tidak lupa dengan persoalan kesehatan reproduksi. Sebab, biasanya kaum ibu-ibu cenderung hanya memperhatikan masalah wajah dan terkadang lupa kalau ada yang lebih vital lagi, yakni kesehatan organ kewanitaannya.

Lalu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Payakumbuh, Machdalena Erwin Yunaz yang merupakan istri Wakil Wakil Wali Kota Payakumbuh mengimbau dan mengajak agar kaum ibu memperhatikan kesehatan organ kewanitaan, tapi juga mengimbau ibu-ibu melakukan IVA test atau deteksi dini kanker serviks sesuai anjuran pemerintah.

“IVA test atau deteksi dini kanker serviks lewat pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), dianggap dapat membantu menyelamatkan banyak wanita. Karena relatif mudah dilakukan dan hasilnya cepat diperoleh. Tes itu bisa dilakukan di puskesmas yang ada di Payakumbuh,” kata Machdalena.

Disisi lain, Ketua DWP Payakumbuh, Elfriza Zaharman mengucapkan terimakasih kepada Founder PSV yang telah memberikan pengetahuan dan membuka wawasan Anggota DWP mengenai pentingnya kesehatan vagina.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Payakumbuh, Sudah Menyasar 931 Tenaga Kesehatan

“Diharapkan sosialisasi tentang kesehatan vagina ini dapat bermanfaat bagi para ibu-ibu di Payakumbuh,” kata Cece, panggilan akrab Elfriza Zaharman. [zfk]


Baca berita Payakumbuh hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist