Patahan Aktif Gempa Sumatra Terbanyak Ada di Sumbar, Ini Daftarnya 

Penulis: Isran Bastian

Padang, Padangkita.com – Sumatra atau Sumatera, pulau terbesar ketiga di Indonesia menyimpan lebih banyak ancaman potensi gempa bumi. Kondisi ini disebabkan karena Sumatra merupakan daerah sesar atau zona patahan.

Terdapat total 19 segmen patahan yang terbentang di sepanjang Pulau Sumatra. Dari jumlah ini, ternyata jumlah patahan terbanyak berada di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dengan total 8 segmen, setelah bertambahnya segmen patahan baru pasca gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,1 di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Jumat (25/2/2022) lalu.

Dikutip Padangkita dari laporan Ir. Ade Edward dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, berikut daftar 8 patahan atau sesar aktif yang ada di Provinsi Sumbar :

1. Segmen Angkola

Ujung utara segmen ini bermula pada lembah Batang Toru, menyisir lembah Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis di wilayah Sumatera Utara. Sementara ujung Selatannya berada di wilayah Sumatera Barat, di dekat Lembah Batang Pasaman. Panjang segmen 160 km dengan Potensi kekuatan gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,6. Kerusakan serius dilaporkan pernah terjadi pada tahun 1892 di sepanjang lembah Batang Gadis dan Sungai Angkola diantara Malintang dan Lubuk Raya Volcanoes (Visser, 1922 dalam D. Hilman dan K Sieh, 2000).

2. Segmen Barumun

Ujung Utara Berada di Wilayah Sosopan Julu, Sumatera Utara, menyusuri Lembah Sungai Barumun. Bagian Selatan Segmen ini berada di Wilayah Provinsi Sumatera Barat. Panjang segmen 125 km dengan potensi kuat gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,6.

Lembah Aliran Batang Asik dan hamparan lembah (depresi) Batang Sumpur di daerah Panti dan Sitompa hingga Sunpadang merupakan bukti dari adanya pergeseran vertikal berupa amblasan pada bagian segmen ini.

3. Segmen Sumpur

Segmen Sumpur di bagian Utara burujung pada sisi Selatan Depresi Sumpur, di Selatan Panti, kemudian menyisir Lembah Batang Sumpur ke Tenggara, Salabawan, hingga Bonjol, menyusuri S. Silasung. Panjang segmen 35 km dengan potensi kuat gempa maksimum pada segmen ini adalah M 6,9.

4. Segmen Sianok

Segmen ini memanjang dari sisi Timur Luat D. Singkarak, melewati sisi Barat Daya G. Marapi hingga Ngarai Sianok. Panjang segmen 90 km dengan potensi kuat gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,3.

Gempa terbesar pernah tercatat pada segmen ini yaitu pada 4 Agustus 1926 dengan pusat hancuran antara Bukit Tinggi dan D. Singkarak. Data terbaru mencatat bahwa 6 Maret 2007 (M 6,4 dan 6,3) juga terjadi gempa merusak pada segmen ini bersama sama dengan segmen Sumani dan mengakibatkan banyak kerusakan di daerah Batu Sangkar dan Solok.

5. Segmen Sumani

Ujung Utara segmen ini berada di sisi Utara D. Singkarak, menyirisi sisi Barat Daya danau tersebut melintasi daerah Kota Solok, Sumani, Selayo dan berakhir di Utara D. Diateh Tenggara Gunung Talang. Panjang segmen 90 km dengan potensi 65 km kuat gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,2.

Gempa merusak tercatat terjadi pada 9 Juni 1943, M 7.4, di bawah D. Singkarak dan menghasilkan pergeseran horizontal sejauh 1 m 4 (D. Hilaman Natawijaya dkk. 1995), dan gempa pada 6 Maret 2007 juga telah menyebabkan banyak kerusakan di sepanjang segmen ini dari Sumani hingga Selayo.

6. Segmen Suliti

Ujung Utara segmen berada pada D. Diatas dan D. Dibawah dengan lebar zona 4 km pada wilayah tersebut. Patahan Sumatera pada segmen ini menelusuri lembah S. Suliti ke Tenggara hingga anak-anak Sungai Liki di Barat Laut G. Kerinci, dengan panjang total 90 km. Potensi kuat gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,4.

Gempa merusak pada segmen ini pernah terjadi pada 9 Juni 1943, M 7,1 (Pacheco dan Sykes, 1992). Menyebabkan kerusakan parah pada bagian Utara Segmen hingga Muarolabuh.

7. Segmen Siulak

Ujung Selatan Segmen ini berada di wilayah Jambi menyusuri lembah di Barat Daya hingga Barat Laut G. Kerinci, overlap dengan segmen Suliti di wilayah Solok Selatan dengan panjang total 70 km. Potensi kuat gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,2.

Gempa merusak pernah terjadi pada segmen ini pada 9 Juni 1909 dan diyakini berkekuatan 7,7 (Abe, 1981) dan menyebabkan kerusakan parah hampir di sepanjang segmen. Kerusakan pada gempa 6 Oktober 1995, M 7,0 diberitakan terjadi pada area yang cukup luas di lembah Barat Laut Danau Kerinci (Kompas 7 Oktober 1995).

8. Segmen Baru Talamau 

Patahan Baru Tamalau tersebut berada di sekitar Gunung Talamau, yang selama ini belum pernah teridentifikasi karena belum ada rekaman data seismisitas atau kegempaannya. BMKG menyatakan, memang selama ratusan tahun patahan itu tidak diperhitungkan karena tidak teridentifikasi dan baru diketahui setelah gempa M 6,1 Pasaman Barat pada 25 Februari 2022.

Dampak gempa juga melanda kabupaten tetangga Kabupaten Pasaman. Hingga 3 Maret 2022 jumlah korban meninggal dunia dilaporkan 11 orang. Korban jiwa tersebut, sebanyak 5 orang di Kabupaten Pasaman Barat dan 6 di Kabupaten Pasaman.

Baca Juga: Lebih Tahu Bahaya Gempa Bumi di Zona Patahan Sumatra

Di samping itu, data sementara yang berhasil dihimpun meliputi korban luka berat 42 orang, luka ringan 346, hilang 4 orang dan warga yang mengungsi kurang lebih mencapai 13 ribu jiwa. [isr]

Terpopuler

Add New Playlist