Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia di Pasaman Telah Dimakamkan Sesuai Protokol di Rao Selatan

Penulis: Ahmad Romi

Berita Pasaman Barat terbaru dan berita Sumbar terbaru: Seorang pasien Covid-19 Warga Jorong VIII, Simpang Empat, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao, Pasaman dilaporkan meninggal dunia

Lubuk Sikaping, Padangkita.com – Seorang warga Jorong VIII, Simpang Empat, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman yang merupakan pasien Positif Covid-19 dilaporkan meninggal dunia, Sabtu (5/9/2020) dini hari.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Rahadian Suryanta, Sabtu (5/9/2020) malam menyebutkan, pasien itu adalah perempuan berinisial RS, 55 tahun, meninggal dunia sekitar pukul 03.30 WIB saat dalam perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Lubuk Sikaping.

“Almarhumah sudah selesai dimakamkan di kampungnya Rao Selatan dengan standar Covid-19 sekitar pukul 15.00 WIB tadi sore,” ujar Rahadian.

Ia menjelaskan, pasien awalnya memiliki gejala keluhan batuk, demam, dan sesak nafas dan mendatangani RSUD Lubuk Sikaping untuk menjalani perawatan medis pada pukul 02.30 WIB, Kamis (3/9/2020).

Sebelumnya, pasien juga telah didiagnosa mengidap penyakit diabetes melitus, suspek TB paru, dan suspek Covid-19. “Pasien langsung dirawat di ruang isolasi dan juga langsung dilakukan tes swab sekaligus swab kedua pada keesokan harinya, Jumat (4/9/2020),” tambahnya.

Baca Juga: Video Viral Wanita Telanjang Dada Diarak Pemuda dan Anak-anak di Pasaman, Begini Faktanya Menurut Polisi

Hasil swab itu kemudian dikirim ke Laboratorium Balai Veteriner, Baso Agam.

Pasien sebelum meninggal dunia sempat mengalami sesak nafas sekitar pukul 02.30 WIB dan berhenti bernafas sekitar pukul 03.30 WIB dini harinya, lalu dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

Usai dinyatakan meninggal dunia, pihak RSUD Lubuk Sikaping langsung berkoordinasi dengan Laboratorium Balai Veteriner Baso sekitar pukul 07.45 WIB pagi harinya, dan dinyatakan bahwa hasil tes swab pertama dan kedua positif Covid-19.

“Setelah itu jenazah langsung dibawa ke kamar jenazah untuk dilakukan pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19 usai mendapat persetujuan keluarga,” terangnya.

Untuk sementara, kata Rahadian Suryanta, pihaknya belum mengetahui secara pasti dari mana sumber penularan pasien hingga dinyatakan positif Covid-19.

“Kita juga bakal melakukan ‘tracking’ atau penelusuran terhadap riwayat kontak pasien untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta memastikan bahwa pihak keluarganya tidak terpapar dengan melakukan swab.” [rom/pkt]


Baca berita Pasaman terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com