Berita

Pasca Luapan Sungai Nango, Masyarakat Diminta Tetap Waspada dan Jangan Percaya Informasi Hoaks 

×

Pasca Luapan Sungai Nango, Masyarakat Diminta Tetap Waspada dan Jangan Percaya Informasi Hoaks 

Sebarkan artikel ini
Jumpa pers Komandan Pos Tanggap Bencana Gempa Bumi. [Foto: Romi]

Simpang Empat, Padangkita.com – Komandan Pos Komando Tanggap Darurat, Letkol Kav. Hery Bakty menyatakan situasi dan kondisi wilayah terdampak gempa bumi di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) terkendali dan sudah ditangani.

Hal ini disampaikan saat ketika menggelar jumpa pers di Rumah Dinas Bupati setempat, Selasa (1/3/2022) yang juga didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat, Kombes Pol Satake Bayu dan tim lainnya.

Jelas Hery Bakty, sebelumnya pada Senin (28/2/2022) kemarin curah hujan yang tinggi mengakibatkan Sungai Nango meluap dan membawa material lumpur, sehingga menutup Jalan Raya Simpang Empat – Kajai.

“Terhadap luapan Sungai Nango itu sudah kita lakukan tindakan pembersihan material, dimana saat ini sudah normal,” ujarnya.

Kemudian, terhadap isu akan terjadi banjir bandang, ia menyampaikan agar masyarakat tidak terpancing dan tetap tenang.

“Informasi resmi mengenai perkembangan situasi bencana hanya akan disampaikan oleh Pemerintah. Untuk itu masyarakat jangan panik,” lanjutnya.

Kemudian, kepada masyarakat yang tinggal sekitar 200 meter dari lokasi sungai, diimbau untuk mencari tempat yang lebih aman atau lebih tinggi untuk antisipasi kemungkinan terjadi luapan susulan.

Selain itu, Hery menyebutkan bahwa juga terjadi longsor di daerah Rimbo Kejahatan, Nagari Kajai yang menyebabkan akses jalan terputus. Selain putusnya jalan itu, juga ada 11 titik longsor lainnya yang saat ini tengah ditanggulangi.

Baca Juga : Usai Ditinjau Menteri PUPR, Sungai Nango Malam Ini Meluap Membawa Material Lumpur

“Jalan yang terputus ini memang tidak bisa dilewati sama sekali. Namun kita sudah perintahkan untuk dibuat jalan darurat, agar penyaluran bantuan dan akses pelayanan darurat tetap bisa berjalan,” tegasnya. [rom/isr]