Berita

Waspada Bertambahnya Korban Kasus Ginjal Akut, DPRD Sumbar: Obat Sirop Stop Dulu

×

Waspada Bertambahnya Korban Kasus Ginjal Akut, DPRD Sumbar: Obat Sirop Stop Dulu

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib. [Foto: Ist]

Padang, Padangkita.com – Fenomena kasus ginjal akut yang juga mendera anak-anak di Sumatra Barat (Sumbar) mendapat perhatian serius dari DPRD Provinsi Sumbar. Dewan menilai ini persoalan yang mesti disikapi cepat.

“Untuk mengantisipasi meningkatnya kematian dari kasus gagal ginjal akut, disarankan jangan mengkonsumsi obat-obatan jenis sirop terlebih dahulu, hal itu mesti dilakukan hingga adanya keterangan resmi dari lembaga terkait seperti BPOM atau yang lainya,” tegas Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen di Padang, Kamis (20/10/2022).

Diketahui, temuan kasus ginjal akut pada anak marak ditemukan di Indonesia pekan ini. Khusus di wilayah Sumbar, Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 22 anak-anak di diduga mengalami gagal ginjal akut. Dari puluhan kasus yang ditemukan, 12 lainnya bakah diagnosa meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memerintahkan penarikan dan pemusnahan lima sirop obat, yang diduga memiliki kandungan Etilen Glikol (EG) melebihi ambang batas aman.

Perintah tersebut dikeluarkan hari Kamis (20/10/2022), di tengah munculnya lebih 200 kasus gangguan ginjal akut di Indonesia yang sejauh ini menyebabkan setidaknya 99 anak meninggal dunia.

Suwirpen Suib menghimbau masyarakat agar tidak mengambil risiko mengkonsumsi obat-obatan jenis sirop untuk anak-anak dalam sementara waktu.

Dia mengatakan, DPRD Sumbar siap bekerja sama sesuai dengan kewenangan untuk menyelesaikan persoalan gagal ginjal akut yang menjadi keresahan masyarakat. Tegas dia, pihak kesehatan mesti melakukan edukasi terkait fenomena ini, sehingga masyarakat lebih paham apa yang harus dilakukan jika ada tanda tanda bahaya.

Ditambahkannya tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) juga sementara waktu tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sirop. Fenomena gagal ginjal akut mesti mendapatkan perhatian dari semua pihak, sehingga bisa diambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi hal yang lebih buruk.

Dia mengatakan DPRD Sumbar melalui komisi terkait akan menjadwalkan rapat bersama Dinas Kesehatan Sumbar, mencari solusi untuk mengambil langkah langkah ke depan, diharapkan pihak terkait bisa bekerja optimal untuk mengentaskan persoalan ini.

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD Sumbar Afrizal mengatakan Seiring dengan peningkatan tersebut, dia meminta orang tua tidak panik, tetap tenang, namun selalu waspada terutama ketika anaknya mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut.

“Kita akan kawal fenomena ini, jangan ada lagi jatuh korban di Provinsi Sumatra Barat,” katanya.

Sementara itu, Kedinkes Sumbar dr. Lila Yanwar mengatakan, juga mencatat bahwa ada sebanyak 12 anak di antaranya dilaporkan meninggal dunia. 22 kasus yang dilaporkan tersebut yaitu 20 di RSUP M Djamil dan dua lagi di luar RSUP M Djamil yaitu Mentawai dan RSUD Rasidin.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat anak yang masih dalam perawatan. Sementara untuk selebihnya anak yang terjangkit sudah sembuh, namun masih dalam pengawasan.

“Sisanya ada yang sembuh dengan gangguan ginjalnya dan ada gejala sisa. Selain itu masih ada yang dirawat,” ujar Lila.

Terpisah Dokter bagian pelayanan darurat dan rawat intensif anak RSUP Dr. M. Djamil Padang dr. Indra Ihsan, Sp.A(K) mengatakan, jumlah pasien anak dengan gangguan ginjal akut yang menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Juli dua orang, Agustus sepuluh orang, September empat orang, dan September hingga Oktober sebanyak empat orang.

Selain itu, ia mengatakan, ada masing-masing satu pasien dari Mentawai dan RSUD Padang yang meninggal sebelum dibawa ke RSUP M. Djamil Padang.

Baca Juga: 22 Anak di Sumatra Barat Diduga Alami Gangguan Ginjal Akut, 12 Anak Meninggal

Ia menjelaskan bahwa di antara pasien anak yang mengalami gagal ginjal akut ada satu pasien berusia di bawah satu tahun, sembilan pasien berusia satu sampai lima tahun, empat pasien berusia lima sampai 10 tahun, dan enam pasien berusia di atas 10 tahun. [isr]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News