Olok-olok Eko Kuntadhi di Cokro TV Soal Absen Subuh ASN Sumbar Berlanjut, Kini Seret Pula Partai PKS

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Kanal YouTube Cokro TV kembali mengolok-olok rencana kebijakan Gubenur Sumbar, Mahyedi Ansharullah yang bakal mewajibkan absen subuh bagi ASN. Tak hanya menyerang  Gubernur Mahyeldi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai tempat Mahyeldi bernaung juga ikut diseret.

Pantauan Padangkita.com, kanal Cokro TV yang kerap jadi ruang opini Denny Siregar dan Ade Armando ini, pada 7 Januari mengunggah sebuah video baru berjudul “ATURAN ENEH DI SUMBAR DAN HABIB BUCERI”.

Pada pengantar atau deskripsi video pihak Cokro TV menuliskan “Aturan absen subuh di Sumbar memang kelewatan. Itu namanya eksploitasi pegawai. Tapi maklum, namanya juga orang PKS.”

Dalam video berdurasi 6.33 menit tersebut, lewat konten bertajuk pembacaan berita yang dipandu sang host Eko Kunthadi memulai narasi “Gubernur Sumatra Barat bakal mengeluarkan Surat Edaran yang isinya mewajibkan pegawai Pemda Sumbar untuk absen salat Subuh. Bagi pengawai perempuan yang sedang datang bulan mungkin juga dimintai informasi kapan jadwal datang bulannya agar dapat kartu dispensasi absen.”

Usai membahas jadwal datang bulan, olok-olok pembacaan berita diikuti suara tawa sebagai backsound di sela-sela video.

Lalu bahasan Eko berlanjut perihal pegawai yang malam harinya melakukan hubungan suami-istri.

“Harus juga melaporkan bahwa mereka sudah melakukan kewajiban mandi wajib sebagai syarat sah beribadah. Namun demikian menurut informasi yang tidak layak dipercaya, para pegawai tidak perlu melaporkan sampo apa yang mereka gunakan untuk junub. Hanya saja tetap disarankan bagi pegawai lelaki sebaiknya tidak menggunakan sampo hijab, karena ditengarai itu bukan muhrimnya,.”

Baca Juga : Kebijakan Absen Subuh Dikritik hingga Sebut Hitung Haid, Gubernur Mahyeldi: Naudzubillah!

Selain bahasan soal absen subuh, video tersebut dilanjutkan dengan topik lain tentang Habib Buceri yang mengarah ke Habib Bahar.  Di bagian Habib Bahar dibahas tentang panggilan yang dilakukan pihak Kepolisian terkait kasus terbaru yang menyeret Habib Bahar. [isr]

Terpopuler

Add New Playlist