Novel Baswedan, Penyidik yang Kerap di “Teror”

Penulis:

PadangKita – Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, menjadi korban penyiraman air keras usai Salat Subuh di mesjid dekat rumahnya, Selasa (11/4/2017) pagi.

Koordinator Lembaga Anti Korupsi Integritas, Arief Paderi menduga pelaku merupakan orang – orang yang kasusnya sedang ditangani Novel di KPK. Novel sendiri menurutnya penyidik KPK yang banyak menyidik kasus – kasus besar dan terkait orang – orang besar.

Dalam catatan Integritas, teror yang dialami Novel hari ini (Selasa,11/4/2017) bukanlah yang pertama.

“ Ia pernah ditabrak mobil ketika mengendarai sepeda motor. Ia juga pernah dikriminalisasi terkait dugaan tindak pidana ketika masih menjabat Kasat Reskrim di Polres Bengkulu “ ujar Arief.

Aktivis anti korupsi yang berdomisili di Padang, Roni Saputra juga menyebut Novel Baswedan sebagai penyidik andal KPK yang punya integritas tinggi.

“ Karena integritasnya itu, Novel kerap mendapat ancaman teror dan dikriminalisasi. Ia juga penyidik KPK yang ditakuti para koruptor, karena kerap menangani kasus – kasus besar “. Ujar Roni saat ditemui Padangkita.com, Selasa (11/4/2017).

Novel Baswedan Lahir di Semarang 22 Juni 1977. Ia memulai karir sebagai penegak hukum setelah lulus Akademi Kepolisian tahun 1998. Tahun 1999 sampai 2005, Novel menjabat Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu dengan pangkat Komisaris.

Usai di Polres Bengkulu, Komisaris Novel Baswedan ditarik ke Markas Besar (Mabes) Polri. Ia lalu ditugaskan sebagai penyidik untuk KPK pada 2007 dan resmi diangkat sebagai penyidik tetap KPK tahun 2014.

Di KPK karir Novel Baswedan melesat. Ia berhasil membawa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddiin kembali ke Indonesia setelah kabur ke Kolombia, hingga Nazaruddin hari ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan.

Novel juga mengungkap kasus wisma atlet yang menyeret nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Angelina Sondakh, serta turut membongkar kasus jual beli perkara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menyeret nama Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) saat itu Akil Mochtar.

Sebagai ketua tim penyidik kasus dugaan korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM), Novel Baswedan berani menggeledah Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan memeriksa Kepala Korlantas Polri, Djoko Susilo tahun 2012.

Aksi Novel dan KPK itu menuai kontroversi dan sempat membuat retak hubungan KPK dengan Polri. Ia kemudian dijerat sebagai tersangka kasus penembakan tersangka pencurian sarang walet, saat menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Atas kasus tersebut, Novel ditangkap anggota Polri di rumahnya.

Saat ini Novel Baswedan tengah menyidik kasus dugaan korupsi mega proyek E-KTP, yang menyeret sejumlah nama besar.

Terpopuler

Add New Playlist