Meski Tak Lewati Kota Payakumbuh, Riza Falepi Minta Pembangunan Tol Diprioritaskan, Ini Alasannya

Penulis: Redaksi
|
Editor: Zulfikar

Payakumbuh, Padangkita.com – Usaha pemerintah membangun jalan tol di Sumatra Barat (Sumbar) masih jauh panggang dari api. Dari Kota Padang, pembangunan baru sampai Sicincin, sementara dari Pekanbaru sudah sampai ke Bangkinang.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi mengatakan, jika jalan tol belum bisa diselesaiakn seluruhnya, setidaknya bisa sampai Koto Baru. Namun, diprioritaskan untuk pengerjaan yang lebih mudah dan tidak berbiaya tinggi.

Dicontohkan Riza, untuk segmen Lembah Anai dan Kelok Sembilan, itu bisa 3-4 kali ruas biasa, maka biarkan itu terlebih dahulu, jika tol lain yang dibangun sudah untung, baru dua lokasi itu dieksekusi,” ujar Riza melalui keterangan tertulisnya, Rabu (29/12/2021).

Meskipun tidak melewati Kota Payakumbuh, Riza mengaku dan meminta agar pembangunan tol diprioritaskan, karena sejumlah ruas jalan di Sumbar kerap macet, jika tidak macet, jelek.

Usul Bangun Tol Payakumbuh-Bukittinggi-Koto Baru ke Presiden

Selain meminta percepatan pembangunan tol di Sumbar, Riza Falepi juga mengusulkan agar presiden Indonesia, Joko Widodo membangun tol Payakumbuh-Bukittinggi-Koto Baru.

Apalagi, kata Riza, juga ada konsep kawasan wisata strategis Bukittinggi, Agam, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Padang Panjang, dan Tanah Datar (Bukalipatar).

Bukalipatar, sebut Riza, merupakan bentuk kerjasama antar kabupaten dan kota di Sumbar untuk membangun kawasan wisata strategis.

Sebelum tol di kawasan sulit, seperti Lembah Anai dan Kelok Sembilan, lanjut Riza, maka akan sangat mendukung untuk perkembangan pariwisata.

Kemudian, ucap Riza, dengan adanya tol Payakumbuh-Koto Baru ada akses ke Bukittinggi dan akses ke dari Baso ke Batusangkar, itu untuk mengatasi persoalan jalan yang kecil, seperti antara Payakumbuh-Batusangkar, Bukittinggi-Batusangkar, maupun Padang Panjang-Batusangkar.

“Persoalan jalan untuk sementara bisa diselesaikan dulu. Kita berharap gubernur bisa memperjuangkan kepada presiden agar menjadikan jalan ini sebagai program pertama dari Bukapalipatar,” paparnya.

Adanya akses jalan yang baik, kata Riza, maka hanya cukup satu hari orang sudah bisa berjalan-jalan dengan paket wisata yang jadi murah, tapi kontinuitasnya intens.

“Tadinya orang ke Sumbar sekali setahun maka bisa sekali sebulan. Sasaran kita yang pertama adalah orang minang di rantau, seperti Jabodetabek, Riau, dan Batam. Mereka yang berpeluang sering pulang dan berwisata. Kita harapkan bisa 7 kali setahun, tak sekali setahun lagi,” sebutnya.

Sindir Gubernur, Riza Falepi: Prioritaskan Tol, Soal Program Budaya dan Lainnya Sudah Banyak yang Kerjakan

Selain meminta agar presiden mempercepat dan memprioritaskan pembangunan tol di Sumbar, ke Gubernur Mahyeldi Ansharullah, Riza juga meminta agar lebih mempriorotaskan pembangunan tol.

“Program budaya dan segala macam sudah banyak pihak yang bisa mengerjakan,” ujar Riza.

Bahkan, Riza menegaskan, jika perlu adanya investor untuk bangun tol, ia bisa mencarikannnya. “Selama ini kan investornya HKI secara penugasan, tapi saya bisa juga mencarikan peluang,” ucapnya.

Kemudian, Riza meminta hal ini jadi program utama dulu sebelum program lain. “Kalau hotel bisa swasta membuatnya,” tegas Riza.

Riza menambahkan, di Sumbar pusat tempat wisata bisa dikembangkan, tapi syaratnya ini (akses jalan-red) dulu harus mendukung.

Riza berharap ruas jalan tol Pangkalan sampai Sicincin jangan ditunda semua, kalau bakal menjadi batal berkepanjangan, orang akan malas ke Sumbar.

Baca juga: Menteri Basuki Setujui Usulan Pembangunan Feeder Tol Dharmasraya-Rengat

“Masyarakat Riau adalah wisatawan lokal yang menjanjikan. Payakumbuh merasakan manfaat orang berwisata kuliner ke Kota Randang. Kalau bisa buat jalan tol segmen tambahan sebagai cara mempercepat pertumbuhan pariwisata Sumbar, maka dengan sendirinya gubernur tak capek mencari pertumbuhan ekonomi baru, saya yakin dengan adanya jalan ini sudah bisa menggerakkan ekonomi,” kata Riza. [*/zfk]

Terpopuler

Add New Playlist