Mengenali Ciri-Ciri Pedofilia, Melindungi Anak-Anak

Penulis:
Ilustrasi Pedofilia (foto: ist)

Padangkita.com – Gangguan seksual berupa keinginan atau hasrat atau nafsu terhadap anak-anak yang berumur di bawah 14 tahun seringkali disebut pedofil. Mereka yang dianggap pedofil jika usianya minimal telah 16 tahun ke atas.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pedofil atau pedofilia merupakan kata yang berasal dari bahasa yunani yang artinya kelainan perilaku pada seseorang yaitu perilaku penyimpangan seksual, biasanya seseorang yang menderita pedofil akan menyukai anak-anak sebagai sasarannya.

Menurut hellosehat, pedofilia adalah penyakit, bukan dosa. Tidak semua pedofil melakukan pelecehan pada anak, dan tentunya tidak semua orang yang melakukan kekerasan seksual pada anak-anak merupakan pedofil.

Mayoritas para pedofil adalah pria, namun tidak menutup kemungkinan bagi wanita mengidap pedofilia. Data yang akurat belum berhasil dikumpulkan karena mayoritas pasien menutup dirinya dari masyarakat. Penelitian penyakit ini dilakukan pada pedofil yang melakukan kekerasan seksual, maka dari itu hasilnya masih belum pasti.

Pedofilia biasanya terdeteksi oleh diri sendiri setelah masa puber, saat orientasi seksual seseorang terfokus pada anak-anak, bukan orang dewasa.

Penyebab pedofilia masih belum dapat diketahui dengan jelas karena penyakit psikologis hanya baru-baru ini dipelajari lebih lanjut. Kesulitan untuk menentukan penyebab yang pasti juga didasari oleh perbedaan karakteristik dan latar belakang pada setiap orang.

Banyak ahli berasumsi bahwa penyebab utama pedifilia datang dari faktor psikologi sosial, bukan karena biologis seseorang.

Beberapa dokter menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kepribadian pasien adalah latar belakang keluarga yang tidak normal. Dilecehkan pada usia dini juga dapat menjadi penyebabnya. Namun demikian, angka kasus ini tidak banyak, sehingga tidak pasti apa yang menyebabkan terjadinya pedofilia tersebut.

Sejak tahun 2002, beberapa penelitian tentang pedofilia dari faktor-faktor biologis telah dilakukan. Beberapa faktor dan teori-teori dalam menentukan penyebab pedofilia, seperti, IQ rendah dan ingatan jangka pendek, kurangnya white matter pada otak, kurangnya testosteron dan masalah-masalah otak.

Masalah pada otak adalah penyebab yang paling diterima di antara faktor-faktor tersebut. Pada orang normal, melihat anak-anak membuat otak mereka secara spontan menghasilkan gelombang saraf untuk meningkatkan insting-insting melindungi dan menyayangi; pada pedofil, gelombang saraf tersebut terganggu dan berakibat meningkatnya gairah seksual.

Pedofilia adalah penyakit kronis. Pengobatannya harus difokuskan untuk mengubah perilaku untuk jangka panjang. Pengobatannya berupa tindakan observasi dan antisipasi dari tindakan kriminal. Sekelompok dokter-dokter psikis akan dikerahkan untuk mendukung para pasien.

Cara terbaik untuk mengetahui apabila seseorang merupakan pedofil adalah dengan membawa mereka berkonsultasi dengan psikolog untuk menemukan cara mencegah pasien melakukan aksi ilegal dan membantunya mempertahankan kehidupan yang normal.

Saat mengetahui atau mencurigai seseorang dengan pedofilia, tetap tenang dan cari tahu apabila mereka dapat melakukan tindakan kriminal. Penderita yang tidak parah dan tidak berbahaya masih dapat bergaul dengan orang lain di masyarakat seperti dikutip dari hello sehat.

Terpopuler

Add New Playlist