Masyarakat Pariangan Suarakan Perbaikan Akses Jalan ke Lokasi Pacu Jawi

Penulis: Sonia

Padangkita.com – Alek Pacu Jawi dihelat 3 kali dalam setahun, setiap usai masa panen di empat Kecamatan (Pariangan, Lima Kaum, Rambatan, dan Sungai Tarab) Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat setempat, iven yang sudah menjadi kalender pariwisata ini juga menjadi objek buruan bagi pencinta fotography dalam dan luar negeri. Iven ini memiliki daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke Tanah Datar.

Oleh karena itu tentu laju wisatawan yang datang harus dibarengi dengan komitmen pemerintah daerah dalam membenahi sarana dan prasarana penunjang alek anak nagari ini.

Seperti di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, masyarakat nagari menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan menuju arena pacu jawi tersebut, karena lokasi arena yang jauh dari jalan raya juga sulit dilalui apalagi saat musim hujan tiba.

Hal itu disampaikan langsung ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Sungai Jambu Dt. Mangkuto Jo Lelo kepada Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma, SH, Sabtu  (08/02/2020) ketika acara malopesi atau melepas alek anak nagari Pacu Jawi di Nagari Sungai Jambu itu.

Menurut Dt. Mangkuto Jo Lelo, alek pacu jawi sebagai iven pariwisata namun juga dalam lingkup adat, itu merupakan satu kesatuan yang harus dikedepankan sehingga pengunjung nyaman dalam berwisata.

“Dengan adanya pacu jawi yang didukung akses jalan yang baik, banyak wisatawan berkunjung, masyarakat yang berjualan pun ramai, tentu ini akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma, SH menanggapi permintaan masyarat tersebut mengatakan agar dimasukkan dalam musrenbang kecamatan sehingga dapat terakomodir di tahun 2020 ini.

“Pacu jawi sebagai adat dan tradisi kita yang terus dilestarikan masyarakat, tidak sekedar ajang atraksi jawi yang ditunggangi berlari di atas lumpur, namun di sana kaya akan tradisi dan adatnya, seperti para kaum ibu yang maarak jamba, petatah-petitih adat menjelang pacuan, makan bajamba, alunan musik tradisional talempong pacik dan tradisi lainnya yang menjadikan pacu jawi ini unik dan menarik,” ucap Zuldafri.

Untuk tindak lanjut, Zuldafri meminta kepada panitia Pacu Jawi untuk mencatat alamat secara jelas, sebab dalam penyusunan anggaran harus jelas lokasi yang akan dibangun atau diperbaiki.

“Untuk perbaikan jalan ke arena pacu jawi, karena ini juga penting kepada panitia mohon diperjelas nama jalan dan ruasnya, kerena untuk mengusulkan anggaran harus jelas by name, by address dan dalam musrenbang kecamatan nanti ini diusulkan sehingga menjadi prioritas dan dapat dikerjakan tahun ini,” tambahnya.

Walau sebahagian wilayah Tanah Datar sempat diguyur hujan dari malam hingga siangnya, alek pacu jawi tetap berlangsung meriah dan ramai dikunjungi masyarakat setempat. (*/pk-28)


Baca berita Tanah Datar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler