Ladu Sala dan Ladu Arai Pinang, Kue Kering untuk Lebaran Khas Piaman

Penulis: Sonia
|
Editor: Zulfikar

Berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: Ladu Sala dan Ladu Arai Pinang, kue lebaran dari Piaman.

Pariaman, Padangkita.com – Pariaman atau Piaman yang mencakup wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman dikenal dengan Sala Lauaknya. Gorengan itu sangat renyah dan enak, banyak orang yang menyukainya, bahkan ketahina untuk menyantapnya.

Namun, Sala Lauak yang dikemas dalam bentuk beda, juga bisa disantap sebagai kue kering, dihindang saat lebaran datang dan dikenal dengan nama Ladu Sala.

Ladu Sala berbentuk pipih berwarna kuning kemerahan, seperti warna Sala Lauak, Ladu Sala memiliki tekstur bergerigi seperti keripik.

Sementara, Ladu Arai Pinang, bentuknya tak jauh beda dengan Ladu Sala, tapi warna agak lebih terang dari Ladu Sala. Kedua makanan yang berasal dari Piaman itu terbuat dari tepung beras.

Beda antara Ladu Sala dan Ladu Arai Pinang hanya persoalan penambahan bumbu Sala Lauak pada adonan ladu. Keduanya sama-sama Ladu, Ladu Sala adalah variasi dari Ladu Arai Pinang.

Menjelang lebaran, tentunya permintaan kue kering meningkat, begitu juga untuk Ladu Sala dan Ladu Arai Pinang.

Seorang penjual kue kering, Dewi mengatakan, selama ini banyak yang meminati Ladu Sala dan Ladu Arai Pinang tersebut.

“Saya menjualkan kembali dagangan orang. Modalnya cuma upload media sosial unggah di status WhatsApp dan Instagram, lalu ketika ada yang memesan baru kemudian saya akan order ke agen,” ujar Dewi kepada Padangkita.com, Jumat (30/4/2021).

Mengambil barang dari agen yang ada di Pariaman, kue kering yang dijualkan oleh Dewi didominasi oleh kue-kue yang berasal dari Pariaman. Kue kering yang dijajakan oleh Dewi beragam seperti ladu, kacang tojin, stik keju, kue bawang, dan lainnya. Ladu arai pinang dan ladu sala merupakan dua jenis kue kering yang paling banyak peminatnya.

Biasanya, Dewi menawarkan harga kue ke pembeli seharga Rp20 ribu per 250 gram. Namun, untuk harga Ladu Sala dan Ladu Arai Pinang berbeda, lebih mahal Ladu Sala.

“Meski lebaran masih dua minggu lagi, sudah mulai banyak yang order. Harga masing berbeda-beda. Contohnya ladu sala lebih mahal dibandingkan dengan ladu biasa,” ungkapnya.

Cara Membuat Ladu

Untuk membuat Ladu, baik Ladu Sala ataupun Ladu Arai Pinang, hal yang perlu dipersiapkan yaitu tepung beras, telur, bumbu pelengkap seperti kapur sirih, bawang putih, dan daun pandan.

Lalu, untuk Ladu Sala diberi bumbu tambahan, seperti kunyit, daun kunyit, seledri, jahe, cabai, bawang putih, dan bawang merah.

Cara membuatnya, terlebih dahulu tepung beras disangrai, kemudian dicampurkan dengan bumbu lainnya, lalu diaduk hingga kalis.

Setelah itu, dicetak menggunakan arai atau bunga pinang. Mencetak dengan menggunakan arai pinang akan memberi cita rasa harum pada adonan.

Setelah adonan dicetak, adonan digoreng dengan teknik adonan seluruhnya terendam oleh minyak goreng.

Baca juga: Kuliner Khas Pariaman Cocok Disantap Bersama Keluarga

Diketahui, Ladu juga cocok dimakan dengan makanan lainnya, seperti lontong, sate, soto, nasi goreng, nasi, pical, lotek. [zfk]


Baca berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler