Kuliner Khas Pariaman Cocok Disantap Bersama Keluarga

Penulis: Redaksi

Berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: Pariaman memiliki banyak sektor wisata pantai untuk melepas penat dan liburan keluarga.

Pariaman, Padangkita.com – Pariaman tadanga langang, Batabuik mangkonyo rami. Begitu bait lirik lagu menggambarkan Kota Pariaman. Namun, tidak hanya tabuik yang membuat Pariaman menarik untuk dikunjungi.

Pariaman memiliki banyak sektor wisata pantai untuk melepas penat dan liburan keluarga. Nah selain itu ada banyak pilihan kuliner yang melengkapi keseruan liburan Anda di Pariaman. Berikut dirangkum Padangkita.com kuliner khas Pariaman.

Nasi Sek

Berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: Pariaman memiliki banyak sektor wisata pantai untuk melepas penat dan liburan keluarga.
Nasi Sek. [Foto: Sonia/Padangkita.com]
Saat mengunjungi Pantai Gandoriah tak lengkap rasanya jika tidak menyantap makanan khas Kota Pariaman satu ini. Nasi Sek begitu orang menyebutnya, nasi putih berukuran segenggam kepalan tangan dilapisi dengan kulit pisang berbentuk kerucut.

Perlu diketahui keunikan Nasi Aek terletak pada namanya, dulunya sekitar tahun 80-an Nasi Sek merupakan singkatan dari “Saratuih Kanyang” atau “Seratus Kenyang”. Namun, untuk saat ini harga Nasi Sek seharga Rp2000 per bungkus dengan harga terpisah dari lauk pauknya.

Nasi Sek dapat dijumpai di sepanjang Pantai Gandoriah. Lauk pauk pendampingnya yaitu sala lauak, hulai kepala ikan, sayur singkong, sambal, udang goreng, ikan bakar, ayam bumbu, dan lainnya. Akan lebih nikmat jika diminum dengan segelas air kelapa muda segar.

Sala Lauak

Berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: Pariaman memiliki banyak sektor wisata pantai untuk melepas penat dan liburan keluarga.
Sala Lauak. [Foto: Dok. Dinas Pariwisata Sumbar]
Sala Lauak merupakan gorengan kuliner khas Kota Pariaman selalu dicari wisatawan saat berkunjung ke Pariaman. Sala Lauak sendiri terbuat dari tepung bercampur dengan ikan yang sudah dihaluskan sebelumnya. Selain teksturnya yang renyah Sala Lauak juga diperkaya dengan rempah-rempah.

Sala Lauak umumnya berbentuk bulat berukuran bola pingpong dikenal juga dengan nama sala bulek. Selain itu ada juga sala lauak berbentuk lebih pipih dan tidak beraturan dengan campuran ikan kecil yang tidak perlu dihaluskan.

Biasanya masyarakat Kota Pariaman menggunakan ikan situhuak, ikan teri, dan lainnya yang dihaluskan. Ada pun untuk sala lauak versi pipih ikannya tidak perlu dihaluskan.

Biasanya sala lauak dapat ditemui di sekitar Pantai Gandoria, Pantai Kata, rumah makan, dan ada juga dijual keliling.

Ladu

Berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: Pariaman memiliki banyak sektor wisata pantai untuk melepas penat dan liburan keluarga.
Ladu Pariaman. [Dok. Disparbud Kota Pariaman]
Ladu merupakan khas Pariaman Tengah, dulu dikenal dengan arai pinang karena dicetak dengan menggunakan daun pinang memperkaya rasa harum saat memakannya. Saat ini ladu dicetak menggunakan cetakan ladu, daun pinang, piring cetakan.

Ladu berbentuk lonjong seperti kerupuk berwarna putih. Ada dua jenis yaitu ladu arai pinang dan ladu sala lauak. Bedanya ladu sala lauak ditambahkan dengan bumbu sala. Harga ladu pada umumnya sekitar Rp40.000 per kilo.

Ladu cocok dimakan dengan makanan lainnya seperti lontong, sate, soto, nasi goreng, nasi, pecel, lotek, dan biasanya masyarakat menyuguhkan ladu saat hari raya idul fitri. Selain itu makanan yang bisa dijumpai di kampung perak atau di kawasan Kota Pariaman banyak diminati orang perantauan yang rindu dengan kampung halamannya.

Sate Piaman

Berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: Pariaman memiliki banyak sektor wisata pantai untuk melepas penat dan liburan keluarga.
Sate Piaman. [Foto: Sonia/Padangkita.com]
Sate Piaman memiliki ciri khas dengan warna coklat kemerahan dibumbui dengan kacang yang sengaja tidak dihaluskan secara merata. Sate Piaman biasanya dijual dengan menggunakan gerobak secara berkeliling atau warung sate.

Biasanya sate di Kota Pariaman dipasarkan secara berkeliling dijual dengan Rp1.000 per tusuk, begitu juga dengan ketupat sedangkan di warung-warung biasanya dijual dengan harga Rp10.000-Rp12.000 per porsi.

Rakik Lauak

Berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: Pariaman memiliki banyak sektor wisata pantai untuk melepas penat dan liburan keluarga.
Rakik Lauak Pariaman. [Foto: Ist]
Rakik Lauk dapat dijumpai di warung makan wilayah kota Pariaman. Rakik Lauak berbentuk lebih pipih, renyah, dengan ikan di atasnya. Rakik Lauak biasanya diisi dengan ikan teri atau daging kepiting membuatnya semakin nikmat untuk disantap.

Baca juga: Minuman Khas Sumatra Barat, Kawa Daun, Air Aka hingga Es Tebak

Itulah beberapa makanan kuliner khas Kota Pariaman yang dapat kamu temui saat berkunjung ke Kota Pariaman. [mg1/son]


Baca berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist